Waspadai Diare; Pasca Lebaran

Waspadai Diare; Pasca Lebaran

Surabaya, Kabarindo- Umat Islam di Indonesia umumnya merayakan Idul Fitri 1434 H pada 8 Agustus hari ini.
 
Setelah sebulan berpuasa, saatnya merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar dalam rasa syukur dan kegembiraan. Semua berkumpul dan makan bersama. Aneka hidangan lezat tersaji.
 
Biasanya kita jadi lupa diri dengan menyantap semuanya sekenyang – kenyangnya dan sepuasnya tanpa memikirkan dampaknya. Tapi sebaiknya kendalikan diri karena bisa saja kita terkena diare. Peringatan ini disampaikan dr Luki Agustina, SpPD, dari RS Husada Utama Surabaya.
 
Ia mengatakan, diare sering menjadi penyakit yang menyerang warga pasca lebaran. Karena itu perlu diwaspadai.
 
“Setelah menjalankan puasa selama sebulan, biasanya Lebaran dijadikan ajang balas dendam untuk makan apapun, sehingga potensi diare bisa terjadi,” ujarnya.

Dr. Luki menjelaskan, diare terkait dengan pencernaan. Kalaupun ada penyakit lain yang biasa muncul pasca Lebaran, itu tidak terkait dengan pencernaan seperti pernyakit pernafasan.

Ia menyarankan supaya memperhatikan pola makan. Diantaranya jangan menyantap makanan yang kemungkinan terkontaminasi akibat sering dipanaskan, jangan makan pedas atau asam yang berlebihan seperti rujak, petis dan sejenisnya. Tak kalah penting, cucilah tangan memakai sabun sebelum makan agar kuman tak masuk melalui tangan kita.
 
Sediakan oralit di rumah. Sebaiknya minumlah dalam jumlah yang cukup. Pada orang dewasa yang mengalami diare, umumnya bisa sembuh cukup dengan minum oralit. Namun jika diare belum berhenti, jangan terlambat sampai mengalami dehidrasi.
 
Diare berat bisa terjadi pada balita atau bayi. Pada balita, sebaiknya bawa ke pelayanan kesehatan setempat agar bisa segera mendapatkan pertolongan. Jika sampai terlambat, diare akan makin parah dan penderita harus diinfus.
 
”Selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan menikmati aneka hidangan lezat. Tapi jangan berlebihan,” ujar dr. Luki.