Water Front City; Jadi Alternatif Hunian Masa Depan

Water Front City; Jadi Alternatif Hunian Masa Depan

Jakarta, Kabarindo- Konsep water front city menjadi alternatif bagi pengembangan suatu kota yang memasuki titik jenuh. Ketika seluruh kawasan kota sudah tergarap dengan seabrek problemanya, gagasan membangun 'kota baru' di kawasan tepi pantai diharapkan menjadi solusi melegakan.

Walau, bukan mustahil pengembangan proyek seperti itu juga menimbulkan ekses.

Perhatian publik sempat terarah ke gagasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berniat membangun pulau buatan mirip Palm Island di Dubai, Uni Emirat Arab. Di Dubai, konsep pulau hasil reklamasi bertujuan untuk meningkatkan pariwisata negara itu.

Tak heran jika di dalamnya terdapat fasilitas penunjang yang modern dan nyaman seperti hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, dan perumahan elite.

Di Jakarta, kehadiran pulau buatan juga bakal tak berbeda jauh dengan di Dubai. Gagasan yang mencuat pada awal 2013 tersebut, sontak disambut oleh sejumlah pengembang di Tanah Air.

Tiga pengembang properti berancang-ancang menggarap megaproyek di kawasan Pluit, Jakarta Utara, dengan nilai investasi sedikitnya Rp 52,5 triliun. Mereka adalah PT Agung Podomoro Land Tbk dengan investasi Rp 25 triliun, PT Intiland Development Tbk Rp 7,5 triliun, dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebesar Rp 20 triliun.

Ketiganya akan membangun pulau reklamasi pantai terbesar di Indonesia untuk kepentingan hunian, pariwisata, pusat komersial, dan hiburan.

Salah satu proyek tersebut adalah Pluit City yang digarap Agung Podomoro melalui anak usahanya, PT Muara Wisesa Samudera bakal membangun tiga pulau buatan dengan membidik kalangan menengah atas.

Laman Pluit City menyebutkan bahwa proyek tersebut didukung oleh konsultan master plan top lima besar dunia, yakni Skidmore, Owings & Merrill (SOM) London. Beberapa rancangan yang terkenal dari konsultan tersebut adalah Burj Khalifa (Dubai), yakni bangunan tertinggi di dunia saat ini yang dibangun di atas lahan reklamasi. Lalu, Changi Airport 3 (Singapura), salah satu bandara ter baik dunia. Ketiga, One World Trade Center (Amerika), gedung yang menjadi ikon pusat perekonomian Amerika Serikat.

Manajemen Agung Podomoro juga mengaku bahwa di Pluit City akan dihadirkan sebuah Taman Central Park bersekala besar sebagai jantung penghijauan yang didesain oleh Martha Schwartz seorang desainer landscape asal Amerika Serikat. Selain itu, bakal hadir hunian eksklusif yang bisa menjadi pilihan bagi para pencari kenyamanan.

Tentu kehadiran kawasan anyar di pulau buatan bakal membawa kultur baru pula bagi masyarakat penghuninya. Sebagai sebuah kawasan yang lebih tertata dan menyediakan fasilitas lengkap, seperti pusat belanja, hunian, pariwisata, hingga hiburan, membuat selur uh penghuni di areal tersebut bisa lebih nyaman.

Bisa jadi, para penghuni tak menemui seabrek persoalan kesumpekan kota yang kurang tertata, termasuk ruwetnya kemacetan lalu lintas jalan seperti dilansir dari laman beritasatu.