YOUTUBERS; Film Terbaru Dari Starvision

YOUTUBERS; Film Terbaru Dari Starvision

XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, Kabarindo- Apa yang menarik dari film Youtubers ?

Anda pasti sudah mengenal baik Kemal Palevi  si comic yang menggemaskan, apalagi salah dua kakak beradik Jovial Andovi ?

Pantas saja sang produser, Chand Parwez Servia tersipu-sipu dan mengaku sungguh menyenangkan, apalagi menangkap ‘ide-ide gila’ dan konsep komedinya. Ada kebaruan yang fresh, terutama semangatnya hingga melahirkan ide ceritera YOUTUBERS. Melalui diskusi yang melibatkan Fajar Bustomi selaku Ko Produser, skenario ditulis hingga draft ke-5. Unik memang, YOUTUBERS ditulis skenarionya dan disutradarai oleh 2 orang yaitu Kemal Palevi dan Jovial da Lopez. Justru inilah yang membuat YOUTUBERS menjadi kaya dan bernas komedinya, tanpa kehilangan esensi nilai-nilai pencarian jati diri dan cinta, juga nilai-nilai persahabatan dan keluarga.

Berangkat dari fenomena media sosial YouTube, Instagram, Twitter dan perangkat gawai, mengalirlah ceritera yang lancar dan asyik untuk semua kalangan dan usia.

Di era sekarang, tidak nonton YOUTUBERS akan jadi ketertinggalan yang fatal. Melibatkan begitu banyak pemain dari berbagai kalangan; YouTubers, stand up comedy, sutradara kondang, penyanyi, DJ, editor dan aktor mumpuni saat ini, seperti : Kemal Palevi, Jovial da Lopez, Andovi da Lopez, Anggika Bolsterli, Ge Pamungkas, Marlo Ernesto, Rayi Putra, Donna Harun, DJ Yasmin, Yuniza Icha, Adinda Thomas, Hanung Bramantyo, Zaskia A Mecca, Cesa David Luckmansyah, Fajar Nugros, Rani Ramadhany, Pandji Pragiwaksono, Tyas Mirasih, Eriska Rein, Pamela Bowie, Akbar Kobar, Sacha Stevenson, Natasha Farani, Benakribo, Edho Zell, Chandra Liow, Bayu Skak, Eno Bening, Ucok Baba, Agung Hercules, Alfi Sugoi, Duo Serigala, Maria Glennon, Raza Servia, dll.

Semua yang terlibat serasa rileks dan menikmati suasana sutingnya, terlihat dari gambar yang sejak draft editing terus menerus membuat saya terpingkal hingga mata jadi basah. Aksi konyol yang naif tapi dibarengi itikad yang baik membuahkan sukses, sedangkan kelicikan membawa bencana. Inspiratif, menghibur, dan kaya pesan. Bagi saya, film YOUTUBERS adalah tontonan segar yang menularkan spirit dan gairah muda.

Sementara itu dari sineas dan penulis skenario, Kemal Palevi.

Ia mengaku di zaman sekarang, rasanya tidak mungkin kalau kita tidak memiliki social media. Dari anak muda sampai bahkan orang tua, pasti punya yang namanya akun twitter, akun facebook, instagram, bahkan YouTube. Dan karena social media ini sudah sangat dekat dengan kultur masyarakat kekinian, maka inilah yang menjadi dasar munculnya  ide membuat film yang berhubungan dengan social media.

Dan kenapa social media yang diangkat adalah YouTube? Karena beberapa tahun belakangan ini, fenomena YouTube lumayan menyita perhatian para anak-anak muda. Media YouTube ini entah kenapa sangat mudah membuat orang terkenal, hanya dalam sekejap! Seperti misalkan fenomena Keong Racun, Briptu Norman, Arya Wiguna, sampai video-video kocak dari Eka Gustiwana yang sempat menggemparkan dunia entertainment Indonesia.

Lalu fenomena artis-artis YouTube inipun tidak berhenti sampai di situ. Sedikit demi sedikit, mulai bermunculan artis-artis ibukota yang mulai memasarkan karyanya hanya lewat YouTube. Yang paling saya ingat adalah video stand up comedy Raditya Dika yang ditonton oleh 1 juta rakyat Indonesia, dan kemudian Radit meneruskan “keajimumpungan” YouTubenya dengan membuat web series yang kocak dan menghibur. Dari sinilah akhirnya banyak YouTubers-YouTubers Indonesia yang mulai mencuat ke permukaan, akibat boomingnya media YouTube ini. YouTubers-YouTubers murni Indonesia ini pun akhirnya mulai dilirik oleh anak-anak muda. Dan perkembangan YouTubers-YouTubers inilah yang kemudian mempertemukan dengan Jovial da Lopez, salah satu YouTubers asli Indonesia, yang akun YouTubenya bernama SkinnyIndonesian24.

Semenjak kenal SkinnyIndonesian24 ini, akhirnya gue pun mulai tertarik untuk membuat video YouTube, dengan berkolaborasi dengan SkinnyIndonesian24 dan Ge Pamungkas. Kami membuat video bertajuk “ YouTubers VS Comedian”. Video ini juga banyak ditonton para pengemar kami. Dan berkat kolaborasi ini, nama saya pun makin berkibar di kalangan anak muda.

"Tidak berhenti sampai di situ, saya dan Jovial da Lopez pun tiba-tiba kepikiran untuk membuat film tentang para YouTubers ini. Karena kebetulan kami sedang dekat dengan kehidupan para YouTubers di Indonesia. Ide yang pada awalnya sangat iseng ini, akhirnya benar-benar terwujud berkat bantuan Pak Parwez, produser PH Starvision," paparnya lugas.

Lanjut ia jelaskan bahwa Film YOUTUBERS ini mengambarkan tentang mudahnya menjadi terkenal lewat media YouTube, asalkan video yang dibuat memang kreatif dan berasal dari ide orisinil. Dan YouTube, apabila digunakan secara bijak dan positif, bisa meng-influence orang lain agar melakukan kegiatan positif seperti yang kamu lakukan pula. Tapi jika digunakan dengan tidak bijak, maka akan menimbulkan masalah yang serius. Seperti waktu saya pernah stand up di salah satu acara fans-fans JKT 48, saya sempat menjelek-jelekkan salah satu personil JKT 48, dan begitu video stand up itu tayang di YouTube, saya langsung diserang oleh fans-fans JKT 48 ini. Itu artinya, social media, kalau digunakan dengan tidak bertanggung jawab, maka akan menimbulkan masalah yang serius.

Barangkali pepatah lama “Mulutmu, harimaumu” sudah tidak berlaku lagi di era sekarang ini. Karena untuk era sekarang, mungkin pepatah yang lebih pas adalah “Social mediamu, harimaumu”. Karena memang social media sudah sangat merajalela, bahkan banyak orang yang cenderung lebih senang mengobrol lewat social media daripada bertatap muka langsung. Mempermudah, tapi juga cukup memprihatinkan.

"Jadi pergunakanlah social mediamu dengan bijak, agar tidak menimbulkan masalah yang serius pula di masyarakat. Dan janganlah juga terlalu kecanduan dengan social media, karena manusia sampai kapanpun tetaplah makhluk sosial, bukan makhluk individu. Jadi tetaplah bersosial dengan lingkungan di sekitarmu. Dan lewat film YOUTUBERS ini, saya selaku sutradara dan penulis ingin mengingatkan kepada anak-anak muda di Indonesia, bahwa silahkanlah berkarya yang positif lewat YouTube dan social mediamu yang lain, karena hal itu lebih baik daripada mengkonsumsi narkoba, atau melakukan hal yang akan menghancurkan masa depanmu sendiri. Tapi hati-hati, terkadang social media bisa membuatmu terkenal dalam sekejap, tapi bisa juga membuatmu jauh dari orang-orang di sekitarmu. Social media bisa mendekatkan yang jauh, tapi bisa juga menjauhkan yang dekat. So, pergunakanlah social media dengan sangat hati-hati dan penuh tanggung jawab," akunya mantap.

Sinopsis
Jovial da Lopez sangat mencintai pacar yang selalu mentraktirnya, Alexandra (Anggika Bolsterli). Akhirnya ikutan casting film yang disutradarai Hanung Bramantyo. Tapi Jovial malah mendapatkan penolakan menyakitkan. Peristiwa memalukan itu direkam oleh adiknya, Andovi da Lopez, lalu menguploadnya ke YouTube dan ditonton banyak orang.

Alexandra marah karena harapannya Jovial berguna bagi nusa, bangsa dan negara. Jovial salah mengartikannya dengan ikutan demo bayaran ke DPR yang berakhir ricuh. Lagi-lagi kejadian itu diupload Andovi ke YouTube. Respon viewers semakin heboh. Alexandra tambah kesal.

Andovi memanfaatkan Jovial  dalam video yang melibatkan pacar Rocky (Ge Pamungkas), juara UFC yang punya channel YouTube tentang fitness. Andovi juga membuat skenario melibatkan Joni Jawahir (Kemal Palevi), yang memiliki subscriber terbanyak di Indonesia. Video Jovial dipukul Joni sangat hits, dan meraih viewers terbanyak. Kembali Andovi sukses bikin sensasi di YouTube, tetap Jovial yang jadi korban. Tapi mereka jadi terkenal di kalangan YouTubers Indonesia. Pertemuan para YouTubers mengukuhkan eksistensi mereka.

Joni ingin memaanfaatkan ketenaran Jovial dan Andovi dengan bergabung membuat video ‘Islah’. Video ‘Islah’ yang ditayangkan di channel Joni sangat booming. Sedangkan video yang ditayangkan di channel Jovial dan Andovi tidak booming, karena Jovial mengikuti pesan Alexandra untuk membuat video yang mendidik. Akibatnya lahirlah video yang cupu. Andovi marah ke Jovial, dan hubungan mereka retak. Setelah dinasihati ibunya (Donna Harun), Jovial sadar mereka bisa kembali berdamai dengan membuat video bejat.

Jovial mengajak Joni berkolaborasi untuk merebut pacar-pacar Rocky. Apakah video ini berhasil membuat Andovi memaafkan Jovial? Sensasi apalagi yang dibuat Andovi untuk menaikkan subscriber mereka? Bagaimana akhir kisah cinta Jovial dengan Alexandra?

Pastikan jadi saksi dunia baru, dunia sosial media melalui YOUTUBERS di bioskop se-tanah air mulai 7 Mei 2015.   


Dont Miss It...............!