Yayasan Danamon Peduli; Gelar Festival Pasar Rakyat

Yayasan Danamon Peduli; Gelar Festival Pasar Rakyat

Bantaeng, Kabarindo- Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”).

Awal pekan ini kembali menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat sekaligus memanfaatkan momentum untuk meresmikan Los Basah sebagai Unit Percontohan Program Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) di Pasar Lambocca, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

”Pasar Tradisional Lambocca di Kabupaten Bantaeng ini terpilih sebagai salah satu lokasi Program Pasar SEJAHTERA setelah dilakukan penilaian terhadap delapan pasar di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Di samping menilai kondisi pasar, kami pun menilai keseriusan dan komitmen Pemerintah Daerah terhadap pasar tradisional atau pasar rakyat. Selain itu, keberadaan bisnis Danamon dan Adira di Indonesia Bagian Timur juga turut menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi Program Pasar SEJAHTERA. Sebagai bentuk apresiasi kami kepada masyarakat, apa yang sudah kami terima sudah sepantasnya kami kembalikan kepada masyarakat melalui  tanggung jawab sosial perusahaan,” kata Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Sejak tahun 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar SEJAHTERA sebagai investasi sosial perusahaan dengan fokus pelaksanaan pada 4 komponen kegiatan, yaitu: (1) Peningkatan kondisi fisik pasar; (2) Intervensi perubahan perilaku; (3) Peningkatan komitmen pemerintah; dan (4) Peningkatan dukungan masyarakat. Saat ini, terdapat sembilan pasar percontohan Pasar SEJAHTERA, yaitu Pasar Ibuh-Payakumbuh di Sumatera Barat, Pasar Tejoagung Metro di Lampung, Pasar Sindangkasih-Majalengka di Jawa Barat, Pasar Bunder-Sragen di Jawa Tengah, Pasar Grogolan-Pekalongan di Jawa Tengah, Pasar Baru-Kota Probolinggo dan Pasar Semampir Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur, Pasar Kemuning-Pontianak di Kalimantan Barat, dan Pasar Lambocca Bantaeng di Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, 2 pasar yaitu Pasar Sindangkasih dan Pasar Semampir sudah diserahterimakan kepada pemerintah setempat.

Memasuki tahun ke-5 perjalanan program Pasar SEJAHTERA, Danamon Peduli mengambil langkah strategis dalam pengembangan fokus pelaksanaan program melalui komponen kegiatan yang meliputi peningkatan dukungan masyarakat melalui serangkaian kampanye dan kegiatan promosi agar pasar rakyat mampu bersaing dengan pasar ritel modern. Kegiatan tersebut didukung oleh kampanye promosi pasar yang difokuskan dalam rangka mengangkat kekayaan sebuah pasar dengan melihat aspek sejarah, budaya, kearifan lokal, kekayaan komoditas dan kuliner. Selain itu, kegiatan tersebut dikemas secara kreatif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, kampanye tersebut diturunkan dalam kegiatan yang bernama “Festival Pasar Rakyat Lambocca.”

“Festival Pasar Rakyat dan peresmian Unit Percontohan Pasar SEJAHTERA di Pasar Lambocca merupakan kelanjutan dari komitmen kami untuk merevitalisasi pasar tradisional dengan memberdayakan pelaku pasar dan bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas setempat. Skema public-private partnership ini mendorong kelangsungan program ini, sehingga pelaku pasar dan masyarakat sekitar dapat terus menerima manfaat program,” sambung Restu Pratiwi.

Kegiatan ini dihadiri Dr. Ekowati Rahajeng. SKM. M.Kes, Direktur Penyehatan Lingkungan dari Kementerian Kesehatan; Sri Agustina, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan; Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah M.Agr  selaku Bupati Kabupaten Bantaeng, Dalman Mangiri, Regional Corporate Officer Danamon untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi.

Bertempat di Pasar Lambocca Kabupaten Bantaeng, Festival Pasar Rakyat mencakup berbagai kegiatan seperti lomba masak antarpedagang, lomba melukis tong sampah untuk pelajar, panggung hiburan rakyat dan bazaar UMKM lokal. Khusus membahas warisan kuliner, Bara Pattiradjawane seorang chef yang lebih senang dikenal dengan sebutan “Super Cook” hadir bersama Pemerhati Kuliner, Arie Parikesit sebagai relawan yang setia kepada pasar rakyat. Handoko Hendroyono seorang pekerja kreatif yang baru saja menjadi produser sebuah film layar lebar berjudul “Filosofi Kopi” turut hadir untuk menggali potensi kopi lokal Bantaeng yang memiliki cita rasa yang khas. Komponen “Hijau” pada program Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) ditunjukkan pedagang pasar Lambocca melalui aksi peduli lingkungan dengan membuat 200 lubang biopori sebagai sumur serapan di dalam pasar. Lubang biopori ini berguna untuk mengurangi genangan air yang sering kali timbul akibat hujan maupun sebagai persedian air dalam tanah di kala musim kering tiba. Para pedagang pun menuai pujian dari Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi, Andi Mappatoba, S.Pd. M.Si karena kegiatan semacam ini baru pertama kali dilakukan namun mampu mencapai 200 lubang  biopori.

“Kampanye nasional untuk pasar rakyat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyebarluaskan pesan sosial bahwa pasar adalah salah satu ruang publik tempat interaksi sosial Bangsa Indonesia yang harus terus kita kembangkan dan jaga. Salah satunya buktinya di pasar kita pun bisa menggelar acara talk show. Untuk Festival Pasar kali ini, kami memilih tema ‘Menghidupkan Pasar Rakyat’ dengan Kreativitas dengan Bupati Bantaeng, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah M.Agr., sebagai narasumber. Talk show ini turut dihadiri para blogger dari Kompasiana.  Jadi apapun bentuk kreativitasnya bisa kita lakukan di pasar, tidak terbatas di mal saja.” tambah Restu Pratiwi.

Kemitraan untuk pasar rakyat telah dibuktikan dengan bergabungnya Kompasiana, Kecap Bango, Kelana Rasa, Pulpen PILOT dan MP Pro pada kegiatan Festival Pasar Rakyat. Saling mengisi dengan keahlian masing-masing perusahaan namun menjadikannya satu kekuatan bersama untuk kemajuan pasar rakyat. Ke depannya Festival Pasar Rakyat diharapkan menjadi sebuah kegiatan rutin atau kalendar acara di pasar rakyat.

Untuk tahun 2015, Danamon dan anak perusahaan melalui Danamon Peduli berkomitmen mengalokasikan dana lebih dari Rp 4,8 miliar untuk program Pasar SEJAHTERA yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.