Astra Serahkan Bantuan Tahap Kedua Rp.30 Miliar; Cegah Penyebaran COVID-19

Astra Serahkan Bantuan Tahap Kedua Rp.30 Miliar; Cegah Penyebaran COVID-19

Astra Serahkan Bantuan Tahap Kedua Rp.30 Miliar; Cegah Penyebaran COVID-19

Kontribusi dari Astra bersama CT Corp-Bank Mega dan Grup Salim untuk RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RS Universitas Airlangga Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Astra pada Selasa (7/4/2020) menyalurkan bantuan tahap kedua dalam bentuk donasi senilai Rp, 30 miliar secara bertahap kepada Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta dan Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi, Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya.

Total bantuan dari Astra mencapai Rp.93 miliar untuk mencegah penyebaran COVID-19 setelah menyalurkan bantuan tahap awal senilai Rp.63 miliar.

Bantuan tahap kedua tersebut merupakan kontribusi dari Astra bersama dunia usaha lainnya seperti CT Corp-Bank Mega dan Grup Salim untuk mencegah laju penyebaran COVID-19, sekaligus memperkecil tingkat kematian, terutama bagi penderita usia lanjut. Tiga grup perusahaan ini menyerahkan donasi total Rp.90 miliar.

RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RS Airlangga Surabaya merupakan dua rumah sakit rujukan pemerintah yang memiliki fasilitas gedung yang belum dimanfaatkan secara penuh.

“Untuk mencegah penyebaran pandemi ini harus dilakukan secara serentak oleh seluruh lapisan, baik itu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Semoga kontribusi dari kami ini dapat bermanfaat dalam menghambat penyebaran COVID-19,” ujar Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto.

Pada tahap awal, donasi ini akan dimanfaatkan untuk membiayai pengadaan 20 tempat tidur intensive care unit (ICU) dan 100 tempat tidur kamar isolasi ketat/high care unit (HCU) di tiap-tiap rumah sakit tersebut serta ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan alat kesehatan.

Selain itu, pada tahap kedua ini, Astra juga berkontribusi melalui PT Harapan Bangsa Kita untuk mendukung acara HEBAT senilai Rp.113 juta dalam bentuk makanan sehat untuk tenaga medis di rumah sakit yang menangani COVID-19.

Penulis: Natalia Trijaji