“Every Beauty Should Be A Masterpiece"; Dorong Wanita Tonjolkan Karakter Kecantikannya

“Every Beauty Should Be A Masterpiece"; Dorong Wanita Tonjolkan Karakter Kecantikannya

“Every Beauty Should Be A Masterpiece"; Dorong Wanita Tonjolkan Karakter Kecantikannya

Miracle ajak wanita percaya diri dengan menunjukkan kecantikan versi terbaiknya yang proporsional dan natural

Surabaya, Kabarindo- Setiap wanita sebenarnya memiliki pesona kecantikan masing-masing, namun kadang mereka tidak percaya diri, merasa kurang dan membandingkan dengan wanita lain yang dianggap lebih cantik.

Sebagian wanita juga ingin memiliki kecantikan yang jadi patokan saat ini, yang berkiblat pada tren Korea yaitu kulit putih dan wajah V-shape. Banyak wanita yang kemudian melakukan face reshaping. Padahal setiap individu punya kecantikan masing-masing yang terkait dengan faktor lain di antaranya etnis yang membuatnya unik. Misalnya kecantikan wanita Eropa tentu berbeda dengan kecantikan wanita Asia, Afrika dan lainnya. Bahkan di Indonesia saja, karakter kecantikan wanitanya berbeda-beda, karena terdapat beragam suku dari Sabang sampai Merauke.

Miracle Aesthetic Clinic mengajak para wanita Indonesia untuk menghargai dan menonjolkan karakter kecantikan masing-masing dengan mengusung kampanye bertajuk “Every Beauty Should Be A Masterpiece”.

Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti Dipl. AAAM, mengatakan ada rasio-rasio kecantikan untuk ukuran proporsi wajah yang perlu diperhatikan dalam melakukan face reshaping agar mendapatkan hasil tampilan yang ideal bagi setiap individu. Jadi tidak asal mengubah, menambahkan atau mengurangi bentuk wajah.

“Dalam face reshaping, kita harus mengetahui jenis perawatan mana yang tepat untuk setiap karakter wajah dan bagaimana kita dapat membuat tampilan wajah tersebut menjadi proporsional, namun tetap terlihat natural. Tanpa memperhitungkan rasio-rasio kecantikan dalam ilmu estetika dan memperhatikan karakter wajah seseorang, hasil face reshaping dapat terlihat tidak alami,” paparnya.

Menurut dr.Lanny, saat ini mulai banyak terjadi kasus facial overfilled syndrome, yaitu kondisi wajah seseorang yang berlebihan menerima suntikan filler sehingga terlihat tidak proporsional dan tidak natural. Salah satu kasusnya adalah pillowface, yaitu banyaknya filler yang dimasukkan pada area pipi, sehingga pipi sangat menonjol dan terlihat tembam.

“Harus kita ingat, tujuan face reshaping adalah membuat wajah seseorang menjadi ideal dan proporsional, sehingga tampil lebih menarik, menunjukkan kecantikan versi terbaiknya dengan tetap mempertahankan ciri khas karakter kecantikan individualnya,” ujarnya.

Untuk mendukung kampanye Every Beauty Should Be A Masterpiece, Miracle melibatkan 3 wanita Indonesia dengan latar belakang suku yang berbeda dalam project Miracle Beauty Transformation yang dilakukan sejak Desember 2017 hingga Juli 2018. Project ini bertujuan menyempurnakan bentuk wajah ketiga wanita tersebut tanpa menghilangkan ciri khas kecantikan etnis masing-masing. Ketiga wanita ini mewakili kekhasan kecantikan wanita suku Jawa, Bali dan Indonesia keturunan Tionghoa. Mereka menjalani serangkaian perawatan Ultherapy, Botox Cosmetic dan Dermal Filler.

Salah satu wanita itu adalah Dian Apriliana Dewi, marketing manager dan public relation sebuah mal di Surabaya yang mewakili kekhasan kecantikan wanita Jawa. Setelah menjalani rangkaian perawatan kecantikan, Dian merasa kepercayaan dirinya meningkat, sehingga ia lebih bergairah dalam kehidupan sehari-hari maupun bekerja yang mengharuskan dirinya bertemu dengan orang-orang.

Menurut Dian, penampilan sangat penting untuk mendukung pekerjaannya. Penampilan yang baik meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan orang lain.

“Penampilan yang baik penting bagi seorang wanita agar lebih menunjukkan kecantikannya yang khas. Tentunya didukung dengan kecerdasan, sikap dan pembawaan diri yang baik,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji