Gojek Punya Strategi Jangka Panjang; Mencakup 4 Hal

Gojek Punya Strategi Jangka Panjang; Mencakup 4 Hal

Gojek Punya Strategi Jangka Panjang; Mencakup 4 Hal

Peningkatan kepuasan pelanggan, keberlanjutan bisnis, penguatan posisi sebagai perusahaan global dan menjadi tempat kerja kelas dunia

Surabaya, Kabarindo- Duo Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, mengumumkan strategi jangka panjang perusahaan yang dinamakan ‘Going the Distance’ atau ‘Melangkah Jauh ke Depan’.

Fokus dari strategi ini ada empat hal, yaitu peningkatan kepuasan pelanggan, penyelarasan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis, menjadi perusahaan global melalui ekspansi internasional dan mewujudkan Gojek sebagai tempat bekerja yang berkelas dunia.

Kevin mengatakan, Gojek telah membuktikan kesuksesan model ekosistem bisnis yang menghubungkan jutaan orang, pelanggan, mitra driver, merchant dan penyedia layanan. Konsep ini menjadi referensi para pemain di industri teknologi global. Keberhasilan sistem operasi Gojek dibuktikan dengan pertumbuhan total pengguna aktif bulanan yang mencapai 1,5 kali lipat dalam satu tahun terakhir, berdasarkan data dari sebuah platform global independen yang menganalisis penggunaan aplikasi mobile sedunia.

“Hal ini didukung oleh semakin bertambahnya jumlah pelanggan yang menggunakan setidaknya tiga layanan Gojek dalam sebulan (core users). Ini menjadi indikator bahwa upaya kami untuk menjadi super app kehidupan sehari-hari tepat sasaran,” ujarnya.

Kevin memaparkan, salah satu kunci kesuksesan Gojek adalah menciptakan ekosistem terintegrasi dengan tiga super app. Meliputi super app untuk membantu pelanggan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, untuk mitra driver dan penyedia layanan mendapatkan penghasilan tambahan serta super app untuk merchant mengembangkan bisnis.

Andre mengatakan, Gojek akan terus membangun bisnis dengan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis produk. Brand ini lekat di masyarakat terutama karena Gojek menyediakan produk yang mudah digunakan dan benar-benar menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Fokus terhadap pelanggan serta posisi Gojek sebagai pelopor super app menumbuhkan kedekatan dan kecintaan terhadap brand ini sebagai karya anak bangsa, sehingga hubungan Gojek dengan para pelanggan lebih dari sekedar hubungan transaksional. Dengan mengutamakan layanan kepada pelanggan, pihaknya akan terus meningkatkan loyalitas yang berujung pada peningkatan frekuensi penggunaan aplikasi Gojek.

“Kami meyakini, pasar akan melihat Gojek sebagai salah satu pembentuk indeks konsumsi pelanggan di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, karena transaksi di aplikasi kami antara lain yang meliputi transportasi online, makanan, belanja dan pembayaran, berhubungan erat dengan pengeluaran rumah tangga. Pengeluaran ini mencakup keperluan dasar, sehingga tidak akan berfluktuasi secara signifikan,” ujar Andre.

Gojek telah mampu mencetak kontribusi margin positif di hampir seluruh layanan utama, yaitu pesan-antar makanan dan minuman, pembayaran dan transportasi online. Gojek juga telah berhasil mencetak 2 kali lipat pertumbuhan pendapatan dalam 12 bulan terakhir.

Gojek akan memperkuat pengembangan tiga pilar produk yang paling dibutuhkan dan diminati pelanggan, yaitu pesan-antar makanan dan minuman, pembayaran dan transportasi. Juga menghadirkan layanan lain yang diminati pelanggan melalui kerja sama pemanfaatan platform dengan perusahaan-perusahaan terbaik di bidangnya (third-party platform). Selain itu akan berinvestasi pada sarana dan inisiatif jangka panjang yang bisa memastikan pengalaman terbaik pelanggan dalam menggunakan aplikasi.

Gojek akan fokus pada pertumbuhan yang berorientasi pada penguatan produk untuk meningkatkan loyalitas pelanggan terutama dari basis pelanggan yang menggunakan tiga atau lebih layanan setiap bulan (core users).

Gojek menargetkan menjadi perusahaan karya anak bangsa yang semakin mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Hal ini akan dicapai dengan meningkatkan rasio dari pelanggan Indonesia vs pasar internasional dari 80:20 menjadi 50:50 serta dengan melakukan ekspansi di pasar-pasar baru di Asia Tenggara.

Penulis: Natalia Trijaji