Habitat for Humanity Indonesia & OYO Indonesia; Hadirkan Tempat Singgah Pejuang Medis

Habitat for Humanity Indonesia & OYO Indonesia; Hadirkan Tempat Singgah Pejuang Medis

Habitat for Humanity Indonesia & OYO Indonesia; Hadirkan Tempat Singgah Pejuang Medis

Sediakan akomodasi di 8 lokasi di Jakarta

Surabaya, Kabarindo- Selain Alat Pelindung Diri (APD) dan asupan gizi, hal lain yang dibutuhkan para tenaga medis yang berperan di garda terdepan penanganan COVID-19 adalah tempat tinggal sementara untuk beristirahat.

Pasalnya, meski telah lelah berjuang siang dan malam, beberapa pejuang medis masih harus menghadapi penolakan ketika hendak pulang istirahat ke tempat kos. Sebagian lagi terpaksa memilih tidak pulang, karena takut akan membawa virus kepada keluarga. Banyak di antara mereka yang terpaksa beristirahat di rumah sakit dengan fasilitas seadanya.

Melihat kondisi ini, Habitat for Humanity Indonesia (HHI) meluncurkan program “Tempat Singgah Pejuang Medis”. HHI mengumpulkan dana dari CSR perusahaan dan masyarakat (crowdfunding) yang ikut serta berdonasi melalui laman kitabisa.com/habitatpejuangmedis atau laman benihbaik.com/campaign/tempat-singgah-untuk-pejuang-medis dan menu donasi di aplikasi DANA yang dapat diakses secara umum. Donasi yang terkumpul akan dialokasikan untuk penyediaan kamar hotel gratis bagi setidaknya 500-600 tenaga medis di 5 rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah untuk penanganan COVID-19. Sebagai mitra penyedia akomodasi untuk program ini, Habitat menggandeng OYO Hotels & Homes Indonesia.

dr. Abraham Arimuko, Sp.KK, MARS, MH, Direktur Pembinaan Umum gugus tugas penanganan Covid-19 RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, mengatakan lebih dari 1 bulan melayani pasien Covid-19, para tenaga medis sudah mulai merasa kelelahan secara fisik maupun mental.

“Memakai APD hanya 1 jam saja sudah memberi rasa lelah fisik, lain lagi dengan tekanan mental akan rasa takut tertularnya virus ataupun menularkannya. Hal itu yang menyebabkan tenaga medis tidak berani pulang ke rumah. Tenaga medis sangat perlu untuk mempertahankan fisik dan moril mereka. Salah satu yang dibutuhkan adalah tempat istirahat yang nyaman dan tidak terlalu jauh dari rumah sakit agar tenaga medis dapat beristirahat dengan baik dan dapat mengurangi stress,” ujarnya.

Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesi, mengatakan Habitat bersama OYO mengajak seluruh masyarakat memberi dukungan agar semakin banyak #TempatSinggahPejuangMedis yang tersedia karena kebutuhan masih banyak.

Eko Bramantyo, Country Head Emerging Businesses OYO Indonesia, mengatakan pihaknya siap menyediakan kamar hotel yang bersih, tersanitasi dan nyaman. Setidaknya terdapat 8 properti yang dialokasikan untuk menjadi tempat singgah bagi tenaga medis garda depan. Sudah ada beberapa tenaga medis yang mulai menikmati kamar hotel OYO sebagai tempat tinggal sementara.

Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan dan tamu tetap terjaga, OYO menerapkan standar prosedur operasional sesuai dengan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh sebelum check-in, penggunaan masker, penyediaan cairan hand sanitizer, mencuci tangan secara rutin serta melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kamar hotel sebelum tamu check-in dan setelah check-out, demi menjaga kamar tetap higienis.

Para tenaga medis juga akan mendapatkan fasilitas antar jemput dari tempat menginap menuju rumah sakit tempat bertugas dan sebaliknya, khususnya bagi akomodasi yang lokasinya cukup jauh dari rumah sakit. Agar kondisi tubuh tenaga medis tetap prima saat bertugas, asupan gizi makanan dan minuman selama menginap juga akan disiapkan pada saat berbuka dan sahur.

Program “Tempat Singgah Pejuang Medis” terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin turut mengapresiasi perjuangan dan pengorbanan pejuang medis sebagai garda depan pada masa pandemi ini. Untuk itu, Susanto mengajak masyarakat turut membantu donasi melalui laman kitabisa.com/habitatpejuangmedis, laman benihbaik.com/campaign/tempat-singgah-untuk-pejuang-medis dan menu donasi di aplikasi DANA. Donasi untuk program ini telah dibuka bagi masyarakat mulai 13 April 2020 dan akan ditutup pada akhir Juni 2020.

Penulis: Natalia Trijaji