Ibis Surabaya City Center; Sajikan Buffet Dinner Menu Tradisional

Ibis Surabaya City Center; Sajikan Buffet Dinner Menu Tradisional

Ibis Surabaya City Center; Sajikan Buffet Dinner Menu Tradisional

Sajikan beragam menu pembuka hingga penutup dari Jawa dan Bali selama Januari-Februari

Surabaya, Kabarindo- Makanan tradisional memang tak pernah membosankan. Meskipun kita sudah mencicipi beragam makanan dari berbagai negara, termasuk Western, akhirnya akan merindukan kembali makanan tradisional. Lidah memang tak bisa ditipu.

Hal inilah yang mendorong Ibis Surabaya City Center untuk menyajikan buffet dinner makanan tradisional mulai hidangan pembuka hingga penutup setiap Kamis dan Jumat selama Januari hingga Februari.

Indonesia sebagai negara dengan banyak kepulauan, memiliki bermacam menu tradisional yang selalu membuat kita rindu. Bukan hanya karena cita rasanya yang khas, tapi juga karena banyak kenangan yang muncul ketika menikmatinya. Tak heran jika banyak pecinta kuliner tidak bosan dengan menu-menu tradisional khas suatu daerah,” ujar Diar Listya, Executive Secretary Ibis Surabaya City Center.

Ia mengatakan, hotelnya menghadirkan beragam menu tradisional Jawa dan Bali yang bisa dinikmati tamu sepuasnya. Menurut Diar, dipilih dari Jawa dan Bali, karena cita rasanya cocok dengan lidah masyarakat pada umumnya.

Tamu bisa memilih sesuai selera. Ada menu dari Betawi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali seperti soto Betawi, krecek, tum ayam, pepes tahu tempe, gudeg, gado-gado, urap-urap, tahu campur, sate lilit dan ayam betutu. Ada pula dawet, es campur, rujak, bubur kacang hijau, bubur Madura dan aneka jajan pasar yang menggiurkan. Tak ketinggalan bermacam jamu seperti sinom, kunir asem dan beras kencur yang disajikan dingin serta wedang jahe yang hangat. Cocok dinikmati saat musim hujan sekarang ini.

Berbagai hidangan tersebut hasil olahan Executive Chef Rio Budi Cahyono bersama tim-nya. Menurut ia, pihaknya menyajikan cita rasa traditional, karena selalu disukai para tamu termasuk saat buffet breakfast, meskipun juga ada menu-menu non-tradisional.

“Banyak tamu yang lebih memilih menu tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak pernah membosankan dan selalu dicari di manapun,” ujarnya.

Chef Rio menambahkan, buffet makanan tradisional hanya disajikan untuk dinner pada Kamis dan Jumat selama Januari-Februari, karena ia melihat tamu paling banyak datang pada kedua hari itu.

Setiap dinner pada hari itu disajikan 10-15 menu yang berganti pada hari berikutnya, dimana ada 2 jenis appetizer (hidangan pembuka), 6 jenis main course (hidangan utama) dari Jawa dan Bali serta bermacam dessert (hidangan penutup).

“Misalnya Kamis ini soto Betawi, besok Jumat disajikan soto Lamongan. Hari ini sate lilit, besoknya sate ayam Ponorogo,” ujar Chef Rio.

Diar mengatakan, jika respon tamu bagus, penyajian makanan tradisional tersebut akan dilanjutkan pada bulan-bulan selanjutnya dengan pilihan menu-menu dari daerah-daerah lainnya yang tidak kalah menarik dan enak.

Penulis: Natalia Trijaji