ITS Asah Kemampuan Mahasiswanya; Lewat KKN Tematik

ITS Asah Kemampuan Mahasiswanya; Lewat KKN Tematik

ITS Asah Kemampuan Mahasiswanya; Lewat KKN Tematik

Melatih kemampuan mahasiswa untuk bersinergi dalam kelompok dan mengasah kepekaan sosial di masyarakat

Surabaya, Kabarindo- Sebagai salah satu penerapan Tri Darma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberangkatkan sejumlah mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

KKN ini bertujuan agar mahasiswa ITS dapat menerapkan ilmu yang mereka pelajari semasa kuliah di masyarakat nantinya. Rektor ITS, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, mengatakan KKN tematik melatih kemampuan mahasiswa untuk bersinergi dalam kelompok dan mengasah kepekaan sosial mereka di masyarakat.

Para mahasiswa akan membawa nama ITS selama pelaksanaan KKN nanti. Jadi manfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat,” ujar guru besar Teknik Elketro ini.

Ashari menjelaskan, sejak pembentukan kembali kurikulum KKN pada 2018 lalu, capaian pembelajaran yang ditekankan bagi mahasiswa lebih mengarah pada capacity building. Arahan ini bertujuan agar mahasiswa bisa membantu meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang dituju nantinya. Misalnya, ITS membantu kegiatan belajar siswa SD melalui pembuatan aplikasi-aplikasi. Dalam KKN sebelumnya, lebih ditekankan pada pembangunan fisik.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, mengatakan KKN tematik ini terdapat pada mata kuliah Wawasan dan Aplikasi Teknologi. Saat ini, mata kuliah tersebut diikuti oleh mahasiswa jenjang D3, D4 dan S1 sebanyak 745 mahasiswa yang terbagi dalam 90 kelompok. Setiap kelompok memiliki dosen pembimbing yang sudah berpengalaman di daerah yang ditargetkan pengembangannya.

Heru menjelaskan, program KKN tematik menuntut mahasiswa untuk menggali masalah dan potensi daerah, serta membuat dan merencanakan proyek yang akan dikembangkan di masyarakat daerah tersebut. Nantinya, riset data tersebut dapat digunakan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan KKN selama 5-7 hari di daerah-daerah lingkup Surabaya.

“Jadi selama rentang waktu tersebut, mahasiswa benar-benar fokus mengembangkan masyarakat, tidak meriset data lagi,” ujarnya.

Heru berharap, KKN tematik ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat dan program-program solutif yang dibawa mahasiswa dapat meminimalisasi masalah yang terjadi di daerah yang dituju.

Antusiasme program KKN ini terlihat di wajah para mahasiswa. Salah satu mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, Hermawan Chairul Alim, mengatakan pembekalan saat pemberangkatan KKN tematik ini penting bagi mahasiswa ITS.

“Pelepasan ini supaya kita lebih yakin dan mantap dalam menjalani KKN,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji