Johnson’s Mengedukasi Orang Tua; Merawat Anak Selama Masa Pandemi Covid-19

Johnson’s Mengedukasi Orang Tua; Merawat Anak Selama Masa Pandemi Covid-19

Johnson’s Mengedukasi Orang Tua; Merawat Anak Selama Masa Pandemi Covid-19

Tunda membawa anak ke dokter/rumah sakit, kecuali muncul tanda-tanda gawat darurat

Surabaya, Kabarindo- PT Johnson & Johnson Indonesia melalui salah satu brand-nya, Johnson’s, telah mengadakan expert class secara virtual dengan mengulas topik mengenai “Ketika Si Kecil Sakit Atau Waktunya Vaksin Di Masa Pandemi”.

Pandemi global virus corona (COVID-19) mengharuskan masyarakat untuk melakukan physical distancing. Masyarakat juga diimbau untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit kecuali dalam keadaan terdesak. Hal ini membuat banyak orang khawatir akan kondisi kesehatan mereka, terutama para orangtua yang memiliki anak.

Dalam kondisi ini, membawa bayi atau anak ke rumah sakit untuk imunisasi, menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi orang tua. Padahal imunisasi penting untuk dilakukan dan harus dituntaskan sebelum anak memasuki usia dewasa. Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengeluarkan anjuran rekomendasi imunisasi kepada anak di tengah pandemi ini.

Devy Yheanne, Country Leader of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia, mengatakan untuk mengedukasi dan meninngkatkan pengetahuan orang tua tentang merawat anak di segala umur selama masa pandemi, pihaknya berinisiatif untuk mengadakan kegiatan expert class yang dilakukan secara virtual sesuai anjuran pemerintah untuk melakukan physical distancing.

Dalam kegiatan expert class tersebut, Johnson’s menghadirkan dua narasumber yaitu Tasya Kamila, artis dan seorang ibu pekerja, serta dr. Attila Dewanti, Sp.A(K) dari RSIA Brawijaya. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai perawatan anak jika sakit atau butuh vaksinasi selama pandemi.

Menurut dr. Attila Dewanti, Sp.A(K), selama masa pandemi COVID-19, sebaiknya orang tua menunda untuk membawa anak ke dokter/rumah sakit, kecuali muncul tanda-tanda gawat darurat sebagaimana dijelaskan dalam panduan IDAI, seperti sesak napas atau biru pada bibir; diare terus menerus atau muntah-muntah disertai lemas, nyeri perut hebat; pendarahan terus menerus, kejang atau penurunan kesadaran atau kelumpuhan, demam tinggi selama 3 hari atau lebih, atau demam pada neonatus, kecelakaan; keracunan, menelan benda asing dan digigit hewan berbisa.

“Sedangkan untuk jadwal vaksinasi, pada April 2019, IDAI telah mengeluarkan beberapa panduan terkait vaksinasi anak. Penting bagi orang tua untuk memastikan anak mereka mengikuti panduan jadwal vaksinasi yang berlaku, terutama untuk vaksinasi pertama (seperti Hepatitis B0, BCG, Polio 0 dan DTP+Hib+HepB1). Sedangkan untuk vaksinasi lanjutan, penundaan maksimal 2 minggu. Namun penundaan ini tentunya akan disesuaikan dengan waktu dan kondisi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Selama masa penundaan, orang tua harus tetap terhubung dengan fasilitas kesehatan untuk pengaturan jadwal. Sementara fasilitas kesehatan akan mengatur pemisahan waktu pelayanan vaksinasi dan pelayanan anak sakit,” ujar dr. Attila.

Karena itu, selama masa pandemi, penting bagi orang tua untuk memperhatikan kesehatan anak-anak dengan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri yang dapat dilakukan dengan mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar, menerapkan etika batuk hingga menggunakan masker saat berada di luar ruang.

Sedangkan Tasya Kamila mengatakan, sebagai orang tua yang memiliki bayi, pasti jadi lebih sering khawatir dan lebih waspada terhadap pandemi COVID-19 saat ini. Sejak awal mewabah, ia dan keluarga sudah mengurangi kegiatan di luar rumah, menghindari tempat berkumpulnya banyak orang dan menerapkan imbauan pemerintah untuk physical distancing.

“Untuk menghindari risiko penyebaran COVID-19, terutama pada anak saya, saya selalu mengingatkan orang-orang di rumah untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menerapkan etika batuk,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji