Kolaborasi Embran Nawawi & LaSalle Students; Kolaborasi Fashion Designer dengan Upcoming Designers

Kolaborasi Embran Nawawi & LaSalle Students; Kolaborasi Fashion Designer dengan Upcoming Designers

Kolaborasi Embran Nawawi & LaSalle Students; Kolaborasi Fashion Designer dengan Upcoming Designers

Saling dukung, Embran tularkan ilmu dan pengalaman, mahasiswa berikan ide segar

Surabaya, Kabarindo- Bagaimana jadinya bila seorang desainer fashion yang sudah terkenal berkolaborasi dengan para mahasiswa jurusan fashion design dan fashion business? Hasilnya terwujud kolaborasi yang saling menguntungkan dan pakaian pria yang apik.

Inilah yang dilakukan desainer fashion, Embran Nawawi, dalam kolaborasi dengan para mahasiswa LaSalle College Surabaya jurusan fashion design dan fashion business. Dalam sejarah fashion di Surabaya, ini pertama kalinya terjalin kolaborasi antara mahasiswa dengan Embran yang menjadi dosen di tempat tersebut.

Menurut Pranakusuma Sudhana, Director General LaSalle College Surabaya, para mahasiswa jurusan fashion design dan fashion business memperoleh mata kuliah Fashion Presentation Plan yang mengharuskan mereka untuk bekerja sama mulai dari proses produksi hingga promosi.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk membekali mereka agar menjadi desainer andal dan kami memfasilitasi. Kebetulan Embran menjadi dosen di sini. Jadi kolaborasi ini tepat dan sangat bagus,” ujarnya.

Pranakusuma menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan kesempatan besar untuk membuka langkah karir generasi muda dari dunia fashion business maupun fashion design. LaSalle College Surabaya sudah mulai memasuki ranah industri, tidak hanya ranah pendidikan. Karena itu, upcoming designers yang lulus harus bisa menghasilkan karya fashion yang komersial.

Kolaborasi Embran dengan para mahasiswa LaSalle bisa dibilang sebagai kolaborasi antara popular designer dengan upcoming designers (calon desainer). Embran maupun para mahasiswa tersebut sama-sama merasa senang dan bersemangat mewujudkan kolaborasi.

Menurut Embran, mereka sama-sama diuntungkan. Ia mendapatkan ide-ide segar dari generasi muda milenial terhadap kebutuhan fashion pria saat ini. Sedangkan mereka belajar untuk membaca tren, membuat konsep dan mendapat pengalaman dalam bekerja sama dengan Embran.

Mahasiswa fashion design bertanggung jawab atas proses produksi seperti merancang desain, membuat pola hingga menjahit. Sedangkan mahasiwa fashion business bertanggung jawab atas proses promosi seperti membuat proposal dan rilis, mengurus photoshoot dan preskon hingga menghubungi MUA, agar fashion show dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Ada 16 mahasiswa yang terlibat mendesain fashion. Embran meminta mereka untuk merancang pakaian pria dari bahan katun dan tenun dengan style Embran yang memiliki ciri khas pada krah dan manset. Tiap mahasiswa merancang minimal 3 pakaian yang totalnya 53 pakaian. Embran memilih 10 untuk ditampilkan di ajang Mens Fashion Style (MFS) 2019 di Grand City pada 26 Januari nanti.

“Memang tidak mudah menyeleksi 10 rancangan dari sekian banyak karya mereka sesuai dengan style saya. Tapi saya lihat karya mereka cukup bagus dan mereka punya bakat,” puji Embran.

Penulis: Natalia Trijaji