Mastery by Crown Group; Diminati Pembeli dari Indonesia

Mastery by Crown Group; Diminati Pembeli dari Indonesia

Mastery by Crown Group; Diminati Pembeli dari Indonesia

Siap diluncurkan pada 17 November, sudah ada 15 NUP dari Surabaya dan Bandung

Surabaya, Kabarindo- Proyek hunian Mastery by Crown Group siap diluncurkan oleh perusahaan pengembang Australia, Crown Group, pada 17 November mendatang. Namun saat ini sudah ada sejumlah pembeli dari Indonesia yang ingin memiliki hunian tersebut.

Menurut Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate Communication Indonesia dari Crown International Holdings Group, sudah ada 15 NUP (nomor urut pemesan) dari warga Surabaya dan Bandung.

“Ternyata minat orang Indonesia, khususnya dari Surabaya dan Bandung, untuk memiliki hunian di Australia sangat tinggi. Mereka antusias untuk membeli hunian di Mastery by Crown Group,” ujarnya.

Mereka tertarik untuk membeli unit di tower C & E dari 5 tower yang bakal dimiliki Mastery. Bagus mengatakan, yang ditawarkan baru kedua tower tersebut, karena sudah mendapat izin dari pemerintah New South Wales (NSW), Australia.

Bagus menyebutkan, pada tahap awal, Crown Group menargetkan penjualan sebesar 20 juta dollar Australia. Dengan adanya 15 NUP tersebut, bisa dikatakan sudah tercapai sekitar 15 juta dollar. Melihat perkembangan ini, ia mengatakan, ada kemungkinan target yang dipatok akan lebih besar lagi.

Menurut Bagus, selama ini respon masyarakat Indonesia sangat besar terhadap proyek-proyek hunian yang diluncurkan Crown Group. Banyak di antara mereka yang merupakan repeat buyers untuk investasi atau tempat tinggal bagi anak mereka yang kuliah di NSW.

Saat ini Crown Group sedang membangun Mastery by Crown Group, proyek terbaru senilai Rp. 5 triliun yang terletak di 48 O’Dea Avenue Waterloo, Sydney. Hunian ini akan terdiri dari 384 unit apartemen mewah, restoran, kafe, pertokoan dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Proyek tersebut terdiri dari 5 menara hunian yang dikerjakan oleh dua arsitek ternama asal Jepang yaitu Kengo Kuma dan Koichi Takada serta Sylvester Fuller dari Australia.

Penulis: Natalia Trijaji