Mercure Grand Mirama Surabaya; Bikin Tumpeng Semanggi 1,2 Meter

Mercure Grand Mirama Surabaya; Bikin Tumpeng Semanggi 1,2 Meter

Mercure Grand Mirama Surabaya; Bikin Tumpeng Semanggi 1,2 Meter

Rayakan HUT ke-12

Surabaya, Kabarindo- Semanggi merupakan makanan khas Surabaya yang sudah terkenal sejak dulu, sehingga ada lagunya dalam irama keroncong berjudul Semanggi Suroboyo yang dipopulerkan oleh S.Padimin pada tahun 1950-an.

Begini cuplikan liriknya “Semanggi Suroboyo, lontong balap Wonokromo. Dimakan enak sekali, sayur semanggi krupuk puli...bung...mari...”

Makanan yang terbuat dari sayur semanggi ini diusung Mercure Grand Mirama Surabaya dalam merayakan HUT ke-12 pada Minggu (24/2/2019). Hotel ini membuat tumpeng setinggi 1,2 meter dari bahan semanggi.

Sugito Adhi, General Manager Mercure Grand Mirama Surabaya, mengatakan sudah menjadi tradisi jika Mercure berulang tahun, selalu mengusung sesuatu yang unik dari kuliner khas Surabaya. Kali ini pihaknya mengangkat sayur semanggi untuk dibuat tumpeng.

“Tumpeng kan biasanya dihadirkan dalam suatu perayaan sebagai wujud rasa syukur. Kali ini kami menghadirkan tumpeng dari bahan semanggi yang merupakan makanan khas Surabaya, tapi sudah mulai jarang kita jumpai. Dengan demikian, secara tidak langsung kami akan berupaya menjaga kelangsungan Semanggi Suroboyo dan menyosialisasikan kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Tumpeng semanggi ini hasil kreasi tim dapur Mercure, setinggi 1,2 meter yang melambangkan 12 tahun usianya. Tumpeng terdiri dari beberapa susun yang sekelilingnya dihias kain batik. Pada tumpeng, ada beberapa sayuran di antaranya kacang panjang. Di tiap susun terdapat pincuk-pincuk dari kertas yang dilapisi daun pisang berisi sayur semanggi. Untuk memakannya dengan bumbu kental yang diolah dari campuran ketela rambat, kacang tanah dan gula merah.

Adhi menuangkan bumbu ini secara simbolik di atas sayur semanggi pada beberapa pincuk untuk dinikmati para tamu dan masyarakat yang kebetulan sedang mengikuti car free day. Semanggi akan terasa komplit jika disantap dengan krupuk puli.

Penulis: Natalia Trijaji