Metro Woolworths Gabung dengan Mastery by Crown Group; di Waterloo, Sydney

Metro Woolworths Gabung dengan Mastery by Crown Group; di Waterloo, Sydney

Metro Woolworths Gabung dengan Mastery by Crown Group; di Waterloo, Sydney

Area ritel senilai Rp.400 miliar telah terjual di Mastery by Crown Group

Surabaya, Kabarindo- Raksasa supermarket Metro Woolworths bergabung dengan Mastery by Crown Group di Waterloo, Sydney, Australia, setelah menandatangani kontrak untuk menjadi penyewa utama.

Langkah strategis yang dilakukan oleh manajemen Woolworths ini dapat dilihat sebagai pendorong bagi kawasan Waterloo, karena akan menjadi Metro Woolworths pertama di kawasan ini yangn memberikan kemudahan bagi seluruh penghuni Mastery by Crown Group.

Property Operations Manager Woolworths, Tim Macmillan, mengatakan Metro Woolworths seluas 675 meter persegi tersebut siap membantu memenuhi permintaan masyarakat akan bahan makanan di Waterloo dan daerah sekitarnya.

“Kami sangat senang menjadi ritel utama di Mastery by Crown Group. Kami berharap dapat menyambut pelanggan di toko Metro baru ini pada akhir tahun,” ujarnya.

Chief Operating Officer Crown Group, Pierre Abrahamse, menambahkan Crown Group cenderung mencari penyewa ritel yang melayani pasar mewah dan memiliki daya tarik gaya hidup yang kuat, dengan perlengkapan berkualitas dan desain interior yang bagus.

“Kombinasi ritel di Mastery by Crown Group akan mencerminkan hal itu, dengan Woolworths sebagai penyewa utama, serta perpaduan antara makanan, kenyamanan dan gaya hidup di lantai dasar yang terdiri dari 27 restoran, kafe dan toko yang mencerminkan tema Jepang,” ujarnya.

Woolworths adalah jaringan supermarket dan toko grosir Australia yang dimiliki oleh Woolworths Group. Didirikan pada 1924, Woolworths bersama dengan Coles menguasai sekitar 80% pasar Australia.

Kawasan ritel akan menjadi bagian dari rencana jangka panjang Crown Group untuk mengembangkan portofolio ritel senilai Rp.10 triliun pada pengembangan huniannya di seluruh dunia. Perusahaan berkeinginan untuk memiliki ruang ritel seluas 29.500 meter persegi senilai Rp.2,84 miliar di 9 proyek hunian di Australia pada 2024, kemudian berencana untuk mengembangkannya ke luar negeri.

Crown Group telah berhasil menjual hampir seluruh dari 27 lot yang tersedia atau setara dengan Rp.400 miliar yang akan menjadi pusat kuliner dan ritel baru di Australia. Tiga lot ritel yang tersisa di Gedung C akan dijual pada akhir tahun ini.

Mastery by Crown Group adalah pengembangan hunian senilai Rp.5,2 triliun yang akan menjadi pengembangan multi-residential bertema Jepang pertama di Australia. Kawasan ritel seluas 2.177 meter persegi dengan 27 toko dan gerai makanan siap menjadi pusat kuliner khas Jepang.

Pembangunan hunian tersebut akan menampilkan 368 unit apartemen mewah di 5 menara hunian berbeda yang dirancang oleh 3 firma arsitek terkemuka dunia yaitu Kengo Kuma dari Jepang, Koichi Takada Architects dan Silvester Fuller yang merupakan perusahaan arsitektur dari Australia. Mastery by Crown Group juga akan menawarkan fasilitas bergaya resor termasuk kolam renang tanpa batas di puncak menara, gym, spa dan ruang serba guna.

Crown Group Indonesia Deputy Sales Manager, Linda Riyanti, mengatakan finalisasi perjanjian sewa jangka panjang dengan Woolworths menunjukkan ini adalah kepercayaan yang luar biasa untuk pasar ritel dan properti di Australia. Ia yakin, keputusan Woolworths telah melalui uji kelayakan internal yang ketat.

Linda menambahkan, pandemi Covid-19 sempat memukul perekonomian Australia, namun kebijakan pemerintah yang tepat dalam menangani pandemi ini berperan besar. Terbukti Australia masuk di peringkat 8 dari 98 negara dalam tingkat keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Loewy Institute, sebuah lembaga think-thank independent yang berdiri pada 2003 dan berfokus pada kebijakan politik internasional, strategis dan ekonomi.

“Potensi dan fasilitas yang tersedia di Waterloo, Sydney, membuat kawasan ini menjadi tujuan investor properti dari Asia, khususnya Indonesia,” ujar Linda yang telah berpengalaman selama 10 tahun di pasar properti Australia.

Penulis: Natalia Trijaji