Morinaga Berikan Edukasi Untuk Bunda; Ketahui Pencegahan & Solusi Alergi Pada Anak

Morinaga Berikan Edukasi Untuk Bunda; Ketahui Pencegahan & Solusi Alergi Pada Anak

Morinaga Berikan Edukasi Untuk Bunda; Ketahui Pencegahan & Solusi Alergi Pada Anak

Sembilan dari 10 ibu memilih Chil Kid Soya untuk atasi alergi

Surabaya, Kabarindo- Alergi anak dapat diatasi dan bunda bisa mencegah timbulnya penyakit ini akibat mewarisi bakat alergi dari orang tuanya.

Namun banyak orang tua yang belum memahami, sehingga diperlukan edukasi mengenai alergi mulai dari pemahaman, pencegahan dan solusinya, agar si kecil yang menderita alergi, bisa tetap tumbuh secara optimal. Jika alergi tidak dipahami dan dicegah, tumbuh kembang si kecil akan terhambat, karena kegiatan bermain, belajar serta aktivitas stimulasinya akan terganggu.

Untuk itu, Morinaga, salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, memberikan edukasi dengan konsisten mendukung program World Allergy Week setiap tahun. Morinaga kembali mengadakan Parenting Seminar skala nasional sebagai program edukasi tahunan untuk meningkatkan pemahaman bunda terhadap alergi dan penyakit lainnya yang terkait dalam rangka World Allergy Week 2018. Juga menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnose dan tindakan pencegahan.

World Allergy Week merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO) dengan fokus topik dunia tahun ini adalah dermatitis atopik atau eksim. Dermatitis atopik merupakan penyakit radang kulit yang tidak menular dan bisa kambuh secara berkala, namun bisa mencapai titik kronis.

Dermatitis atopik hanyalah gejala awal alergi dan kondisinya bisa memburuk yang bisa memicu penyakit alergi lain seperti asma dan rhinitis alergi. Walaupun dermatitis atopik tak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah, antara lain dengan mengindentifikasi pemicu dan menghindarinya serta menerapkan perawatan untuk menjaga kelembaban kulit dengan produk hipoalergenik yang tidak mengandung parfum.

Umumnya, episode pertama dermatitis atopik terjadi sebelum anak berusia 1 tahun yang selanjutnya bisa hilang dan timbul kembali. Prevalensi jenis dermatitis atopik pada anak diperkirakan mencapai 10%-20%, sementara pada orang dewasa 1%-3%.

Penyebab dermatitis atopik masih belum dapat seluruhnya dikenali dengan pasti, namun 50% penyebabnya berasal dari faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sekitar yang terlalu kering, bahan pencetus iritasi kulit seperti jenis sabun atau deterjen tertentu, debu, rumput serta serbuk dari tumbuhan berbunga (pollen), sementara 50% penyebab lainnya dicetuskan oleh makanan. Ada 8 makanan utama yang bisa mencetuskan alergi yang dikenal sebagai The Big 8 yaitu, susu, telur, ikan, jenis makanan laut tertentu seperti udang, gandum, kacang tanah, kacang kedelai serta kacang pohon seperti walnut, almond, cashew, pistachio dan hazelnut.

Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI, mengatakan susu atau alergen protein susu sapi, menjadi salah satu pencetus paling umum di dunia dengan angka kejadian 2%-7.5%. Dari angka ini, 0.5% terjadi pada si kecil yang masih mendapatkan ASI eksklusif.

“Salah satu pencegahan alergi terhadap makanan bisa dilakukan dengan memperkenalkan berbagai jenis makanan sedini mungkin, memberikan ASI secara eksklusif. Jika bunda tidak dapat memberikan ASI, anak dapat diberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus seperti susu dengan protein terhidrolisat parsial,” ujarnya.

Menurut Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals, pentingnya isu mengenai alergi yang tidak diatasi dengan baik karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai alergi pada si kecil, merupakan salah satu motivasi Morinaga mengadakan seminar edukasi bagi para orang tua.

Parenting Seminar skala nasional akan dijalankan di banyak rumah sakit di 5 kota besar di Indonesia, sebagai program edukasi yang membahas fakta mengenai alergi dan penyakit lainnya yang terkait serta cara penanganan dan pencegahannya. Inisiatif lainnya yang dilakukan oleh Morinaga antara lain dengan melengkapi fitur pada website www.cekalergi.com, melalui konsultasi dengan dokter serta di luar fitur lainnya seperti tools untuk mengetahui risiko alergi si kecil dan informasi yang tepat mengenai fakta-fakta alergi.

Morinaga juga mempunyai program tetap Morinaga Allergy Solution yang merupakan solusi alergi untuk si kecil melalui sinergi nutrisi yang tepat, hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang. Morinaga Allergy Solution memiliki tiga keunggulan. Pertama, solusi nutrisi untuk mencegah alergi dan mengatasi alergi susu sapi. Kedua, tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun. Ketiga, sinergi nutrisi yang tepat dan mencakup Brain Care, Body Defense dan Body Growth.

“Menurut hasil survei terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak usia 1-3 tahun yang alergi susu sapi, 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan Chil Kid Soya sebagai solusi terbaik alergi. Artinya, Chil Kid Soya sesuai untuk konsumsi si kecil yang alergi dan memiliki nutrisi yang diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang si kecil,” ujar Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals.

Artis Astrid Tiar, pengguna Morinaga Chil Kid Soya, menuturkan sebagai konsumen, ia merasakan banyak manfaat dari berbagai fasilitas yang disediakan oleh Morinaga, antara lain website cekalergi.com yang memudahkannya menggali informasi mengenai alergi karena putri sulungnya, Anabel, alergi terhadap susu sapi.

“Dengan memiliki informasi yang jelas, bunda akan bisa menangani alergi si kecil dan memberikan dukungan yang tepat agar si kecil bisa tetap berprestasi,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji