Pekan QRIS; Bukukan Ribuan Merchant Baru di Jawa Timur

Pekan QRIS; Bukukan Ribuan Merchant Baru di Jawa Timur

Pekan QRIS; Bukukan Ribuan Merchant Baru di Jawa Timur

Terjadi peningkatan implementasi QRIS sebanyak 19.883 merchant di Jatim

Surabaya, Kabarindo- Sejak QRIS diluncurkan, terdapat 29 PJSP penyelenggara QRIS yang memperoleh persetujuan Bank Indonesia, yang terdiri dari 20 PJSP bank dan 9 PJSP non-bank.

Tercatat 2,8 juta merchant di seluruh Indonesia, 344.377 merchant di Jawa Timur termasuk 121.789 merchant di Surabaya. Terjadi peningkatan implementasi QRIS sebanyak 19.883 merchant di Jatim sejak dilakukan kegiatan pekan QRIS selama 9-15 Maret 2020.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, respon masyarakat terhadap QRIS sangat baik. Hal ini terlihat setelah dilakukan sosialisasi selama sepekan serta mendorong merchant on boarding dalam implementasi QRIS yang mencakup 7 segmen yaitu pelaku usaha wanita, pengelola rumah ibadah, millennial, transaksi pemerintah daerah, pasar tradisional, pasar modern dan pelaku usaha syariah.

Per 1 Januari 2020, seluruh merchant harus beralih ke QRIS. Seperti beberapa PJSP yang masih menggunakan logo lama, juga harus beralih ke QRIS dan menggunakan logo warna merah putih. Untuk merchant yang masih menggunakan QR Code lama, nantinya akan tidak berlaku dan dinonaktifkan oleh Bank Indonesia. Merchant yang masih menggunakan QR Code lama, diharapkan dapat berganti menjadi QRIS dengan menghubungi PJSP masing-masing,ujar Difi.

Indah Kurnia, anggota Komisi XI DPR RI, mengatakan implementasi QRIS merupakan hasil dari rapat kerja yang dilakukan antara DPR RI, khususnya Komisi XI, dengan BI.

Hasil capaian pekan QRIS luar biasa. Ini tercermin dari respon masyarakat terutama merchant yang quick response dalam memperbarui QR Code yang dimiliki menjadi QRIS. Menyatukan berbagai warna QR Code menjadi 2 warna yaitu merah dan putih, ujarnya.

Indah menambahkan, pekan QRIS juga mendorong optimisme dan semangat masyarakat di tengah sikon yang diselimuti ketidakpastian perekonomian dunia serta kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity).

“Transaksi QRIS ini diharapkan dapat mendorong merchant dan PJSP dalam mendukung kelancaran sistem pembayaran di Indonesia,ujarnya.

Difi menambahkan, sosialisasi dan penetrasi penggunaan QRIS tidak berhenti pada pekan QRIS yang serempak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Namun akan terus dilakukan oleh BI Provinsi Jatim terutama di daerah-daerah pelosok. Sosialisasi akan dilakukan dengan dengan cara-cara sederhana seperti menggunakan HP, perangkat internet hingga masyarakat di pelosok dapat familiar dengan dunia digital.

Imam Subarkah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, menjelaskan jika merchant memiliki cabang lebih dari 1 maka akan menggunakan QRIS yang berbeda, namun dapat memiliki 1 rekening yang sama. Hal ini akan mempermudah merchant dalam melakukan klasifikasi data transaksi yang akurat dari masing-masing cabang.

QRIS ini merupakan salah satu literasi keuangan kepada masyarakat dalam bertransaksi sehari-hari yang berevolusi dari sebelumnya menggunakan uang tunai di dompet, kini beralih ke QRIS,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji