Profira Clinic Rayakan HUT ke-10; Survive di Tengah Pandemi

Profira Clinic Rayakan HUT ke-10; Survive di Tengah Pandemi

Profira Clinic Rayakan HUT ke-10; Survive di Tengah Pandemi

Tingkatkan layanan dan terus berinovasi

Surabaya, Kabarindo- Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai bidang, termasuk estetika. Namun hal ini dapat ditangani dengan baik oleh Profira Aesthetic & Anti Aging Clinic, sehingga mampu survive.

“Kami bersyukur mampu melewati perjalanan 10 tahun ini dengan setiap peristiwa yang menempa kami untuk menjadi lebih baik,” ujar Presiden Direktur Profira, dr. Fifin Marini, M. Biomed AAM, dalam perayaan HUT ke-10 Profira pada Rabu (25/11/2020).

Profira berdiri pada November 2010 yang digawangi dr. Fifin, dr. Ruth Julyana, Dipl. AAAM dan dr. Agnes Wongsosaputro, Dipl. AAAM. Kini Profira memiliki 5 cabang klinik di Surabaya, Malang dan Makassar dengan 25 dokter dan lebih dari 100 staf.

dr. Fifin menegaskan, Profira memiliki visi menjadi klinik estetika dan anti penuaan yang memberikan pelayanan dan solusi terbaik bagi klien serta terus mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang estetika dan anti-aging.

dr. Fifin mengatakan, Januari 2020 merupakan bulan yang memperlihatkan performa Profira yang sangat bagus. Namun kondisi ini mulai menurun saat pandemi Covid-19. Ia menuturkan, pihaknya telah berupaya mengantisipasi keadaan sejak dini.

“Sebagai klinik yang berkecimpung di bidang aestetik, kami sudah menyimak tentang Covid-19 sebelum terjadi di Indonesia dan berupaya untuk menanganinya,” ujarnya.

dr. Fifin menuturkan, Profira tetap buka selama pandemi demi kelangsungan klinik dan seluruh karyawan serta menjaga kepercayaan klien dan kastemer. Ia berupaya memberikan pengertian kepada seluruh karyawan untuk bahu-membahu agar Profira terus bertahan.

“Saya bilang, pandemi ini dialami semuanya di seluruh dunia. Jadi kita harus saling membantu agar Provira survive dengan tetap menjaga kualitas layanan dan memberikan yang terbaik kepada kastemer,” ujarnya.

dr. Fifin memahami jika kastemer khawatir untuk melakukan perawatan di klinik selama pandemi. Namun ia menjamin Profira telah menerapkan standar protokol kesehatan mulai dari menyiapkan desinfektan chamber, mengukur suhu tubuh, mengukur saturasi oksigen, mengisi form khusus, menyiapkan APD khusus pasien, menerapkan social distancing, melakukan double sterilisasi ruangan menggunakan ozone dan UV lamp serta pemakaian dissposibble sheet untuk dokter, suster dan terapis menggunakan APD lengkap.

Untuk menarik minat kastemer, Profira memberikan harga khusus untuk perawatan tertentu. Juga memperkenalkan produk dan perawatan yang berkaitan dengan dampak pandemi terhadap tubuh dan kulit.

“Kami punya immune booster untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Juga facial dan peeling untuk perawatan wajah yang berjerawat karena terlalu lama memakai masker. Selain itu, ada DNA test sebagai langkah preventif. Jadi misalnya bisa diketahui makanan apa yang sesuai dengan kondisi tubuh kita. Juga akan kelihatan apakah mudah terkena peradangan, karena ini rentan terhadap penyakit,” papar dr. Fifin.

Ia bersyukur, kondisi mulai membaik saat ini. Ia berharap, keadaan segera kembali normal dan perekonomian cepat pulih.

Penulis: Natalia Trijaji