Qlue Terima Penghargaan Bergengsi; di The 7th World Government Summit

Qlue Terima Penghargaan Bergengsi; di The 7th World Government Summit

Qlue Terima Penghargaan Bergengsi; di The 7th World Government Summit

Aplikasi Qlue Smart City menangkan Best Mobile Government Service kategori Public Empowerment

Surabaya, Kabarindo- Sejak muncul pada 2016, Qlue terus bersinar dengan beragam pencapaian positif. Kali ini pada hari jadinya yang ke 3, Qlue meraih penghargaan di tingkat internasional, The 7th World Government Summit, yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab, baru-baru ini.

Di ajang bergengsi tersebut, Qlue berhasil mendapatkan anugerah penghargaan Best Mobile Government Service untuk kategori Public Empowerment, menggeser 5 nominator pesaingnya termasuk 2 aplikasi Citizen Portal dari Pakistan dan NYC 311 dari Amerika Serikat.

Pemenang kategori ini diberikan kepada pengembang aplikasi inovasi kreatif berbasis telepon selular yang berhasil membantu pemerintah dalam mewujudkan perubahan positif di negara setempat atau bahkan di dunia. Qlue dinilai sebagai aplikasi yang mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membantu pemerintah untuk memperbaiki lingkungan sekitarnya.

Aplikasi Qlue Smart City merupakan platform berbasis media sosial yang digunakan warga Jakarta untuk menyalurkan pengaduan layanan publik. Warga dapat menyampaikan segala hal terkait pelayanan publik dengan disertai gambar dan lokasi berbasis geotag. Keberadaan aplikasi ini turut memberikan kontribusi pada akuntabilitas pemerintahan dengan menyelesaikan segala masalah yang diadukan.

Sepanjang 2018, sebanyak 102.594 laporan disampaikan oleh warga DKI Jakarta melalui aplikasi Qlue dengan lebih dari 82% telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Disamping itu, tingkat kepercayaan masyarakat meningkat menjadi sekitar 47% dan 61,4% masalah publik dapat terselesaikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada World Government Summit untuk penghargaan yang diberikan kepada Qlue sebagai Best Mobile Government Service kategori Public Empowerment. Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus berinovasi dengan mengembangkan teknologi Smart City yang dapat membantu masyarakat sesuai dengan misi Qlue,” kata Rama Raditya, pendiri sekaligus CEO Qlue.

Setiaji Irono, Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemprov DKI Jakarta, menyatakan bangga, karena Qlue sebagai karya anak bangsa mendapatkan pengakuan dunia dengan penghargaan Best Mobile Government Service.

“Ini semua tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Ke depannya, kami ingin aplikasi Qlue Smart City dapat terintegrasi dengan aplikasi dari pemerintah pusat, sehingga pengaduan karena masalah pemerintah pusat dapat terselesaikan,” ucap Setiaji di Dubai (12/2).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin, yang menjadi pemimpin delegasi Indonesia pada World Government Summit, di Dubai, mengapresiasi keberhasilan Qlue meraih penghargaan tersebut. Ia berharap, penghargaan ini dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk mengatasi isu lingkungan di wilayahnya serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Dubai, Bapak Ridwan Hassan, menyatakan bangga melihat salah satu aplikasi rintisan anak bangsa mendapatkan apresiasi dunia melalui penghargaan yang diperoleh Qlue sebagai Best Mobile Government. Ia berharap, prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berkarya dan meningkatkan kreativitas.

World Government Summit adalah acara tahunan tingkat internasional yang mempertemukan lebih dari 130 negara di seluruh dunia dan terdiri dari para pemimpin di sektor publik (pemerintah) dan swasta. Tujuan utamanya mendorong pemerintah untuk memanfaatkan perkembangan inovasi teknologi sehingga mampu mewujudkan perubahan positif bagi masyarakat di seluruh dunia.

Untuk penyelenggaraan yang ke-7, The World Government Summit mengusung tema Shaping Future Government dengan empat agenda utama future and progress, governance and nation building, net positive and trade serta environment wellbeing and society.

Penulis: Natalia Trijaji