Sauke Peduli Dhuafa; Gagasan Evi Yang Menginspirasi

Sauke Peduli Dhuafa; Gagasan Evi Yang Menginspirasi

Dari jualan di parkiran sampai mendirikan Sauke

Tangerang Selatan, Kabarindo- Perjalanan panjang mengiringi berdirinya outlet masakan nusantara, Sauke.

Outlet yang baru di buka pada 8 September 2018 ini terletak di jalan Bendhil Raya no. 102, Jakarta Pusat.

Adalah seorang wanita tangguh bernama Evi Rusvina sebagai owner nya. Beliau adalah alumnus SMA Negeri 35 Jakarta, melanjutkan kuliah D1 jurusan accounting and secretary.

Sejak usia 9 tahun beliau menjadi yatim. Namun itu bukan penghalang baginya untuk mewujudkan impian masa depannya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, beliau bahkan sempat menjual makanan dan minuman di area perkantoran.

Semangat yang kuat dan pantang menyerah inilah yang akhirnya membuat wanita kelahiran Agustus 1977 ini mulai impiannya untuk tinggal di luar negeri. Dengan modal nekat dan dengan ijazah pas-pasan, beliau merantau ke Malaysia diumur 20 tahun. 

Disinilah Evi belajar kehidupan dan memulai membangun Impian dan mewujudkan impiannya.  Selama 7 tahun merantau di negara tetangga, Evi kembali ke Jakarta dan berkerja disalah satu perusahaan konsultan asing dengan posisi manager. 

Ternyata ini tidak cukup untuk bisa membantu keluarganya juga menurut Evi. Karena itu beliau mencoba membuka berbagai bisnis antara lain salon, spa, dan perusahaan konsultan di Malaysia.

Sampai pada akhirnya, Evi menemukan cahaya terang saat bergabung di salah satu perusahaan asuransi.

Karirnya di perusahaan asuransi ini melesat cepat, sehingga dari sinilah beliau bisa menjelajah dunia. Berbagai pelatihan beliau ikuti untuk menunjang karirnya.

Dalam perjalanan keliling dunia inilah beliau menikmati berbagai makanan dari penjuru dunia. Tapi dari situlah beliau yakin bahwa masakan nusantara tidak kalah dengan masakan-masakan negara lain.

Hingga akhirnya beliau memutuskan untuk mulai membuka outlet masakan nusantara dengan nama Sauke. Menu di outlet ini sangat cocok bagi generasi milenial, perpaduan masakan nusantara dengan penyajian yang modern, membuat outlet ini setiap harinya ramai di kunjungi penikmat kuliner.

Sebagai pebisnis yang merangkak dari bawah, tentunya beliau tidak lupa dengan perjalanan hidupnya. Jiwa spiritual dan sosialnya inilah yang membuat Evi tidak menjadi jumawa dengan keberhasilannya.

Di sela-sela waktu senggangnya, beliau masih sempatkan waktu untuk kegiatan sosial. Untuk outlet Sauke sendiri, beliau memberikan harga khusus bagi kaum dhuafa di hari Jumat.

"Target saya minimal akan buka 60 cabang", ucap Evi menutup pembicaraan.

Foto&Penulis: Yudhi Sayati