Sedapnya Menu Belut & Segarnya Ja-Mint Mocktail; di Santika Jemursari

Sedapnya Menu Belut & Segarnya Ja-Mint Mocktail; di Santika Jemursari

Sedapnya Menu Belut & Segarnya Ja-Mint Mocktail; di Santika Jemursari

Ada Pecel Belut, Mangut Belut dan Dendeng Belut

Surabaya, Kabarindo- Menu berbahan dasar belut mungkin belum sepopuler bebek di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, yang memang dikenal sebagai ‘surga’ makanan khas bebek. Namun menu dari belut kini mulai banyak ditemukan di Surabaya, di warung pinggir jalan, depot maupun resto.

Menu dari belut tak kalah enak dengan menu berbahan dasar bebek. Daging belut memang tidak sebanyak daging bebek, namun rasanya cukup lembut dan bisa membuat ketagihan. Apalagi belut mengandung zat besi dan fosfor yang baik untuk kesehatan.

Hotel Santika Jemursari menyajikan aneka menu berbahan dasar belut di resto Sekarwangi. Menurut Humas hotel ini, Radinia Pitaramita, selama ini jarang ada hotel yang menyajikan menu dari belut. Padahal belut bisa diolah menjadi beberapa menu yang sedap.

“Kami ingin menyajikan sesuatu yang beda. Menu olahan dari belut sekarang bisa dibilang sudah menjadi makanan khas Surabaya yang mulai terkenal dan disukai banyak orang. Kalau biasanya belut hanya diolah menjadi Pecel Belut, kami menawarkan menu-menu lainnya dari belut,” ujar wanita yang akrab disapa Pipit ini.

Santika Jemursari menawarkan menu Pecel Belut, Mangut Belut dan Dendeng Belut hasil kreasi Assistant Chef Choirul Abidin. Aneka menu ini semakin nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Hmm..bisa nambah porsi.

Masing-masing menu tersebut mewakili suatu daerah di Indonesia. Pecel Belut merupakan makanan khas Surabaya, Mangut Belut menggunakan bumbu seperti mangut asal Jawa Tengah. Biasanya mangut terbuat dari lele, namun Chef Choirul menggantinya dengan belut. Sedangkan Dendeng Belut diolah menggunakan bumbu balado seperti masakan Padang.

Chef Choirul mengolah belut jenis sawah berukuran sekitar 30 cm yang dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Untuk menghilangkan lendir dan darah yang keluar dari belut, harus dicuci dengan air mengalir agak lama. Untuk menghilangkan amis, dikucurkan jeruk nipis ketika dibumbui. Masukkan potongan-potongan belut ke dalam bumbu, biarkan selama 2-3 jam agar meresap hingga ke dalam dagingnya.

Pecel Belut biasa disebut juga Penyetan Belut yang rasanya gurih dan pedas. Nikmat disantap dengan nasi hangat plus lalapan. Belut digoreng kering, disajikan dengan sambal korek dan taburan potongan bawang putih di atasnya. Menu ini disajikan di cobek dari tanah liat yang menjadi ciri khas penyajiannya di Surabaya.

Mangut Belut merupakan menu berkuah yang menggunakan santan, kaya bumbu dengan aroma khas kemangi dan ale. Rasanya gurih dan pedas. Sedangkan Dendeng Belut diolah dari belut yang digoreng kering, dimasak dengan bumbu balado merah yang memiliki rasa gurih, pedas sekaligus agak manis.

Menyantap menu belut kurang afdol tanpa minuman pendamping yang pas. Minuman yang disajikan dingin, Ja-Mint Mocktail kreasi Barista Dedyk, bisa menjadi pilihan. Ja-Mint terbuat dari sirup jahe, sirup mint, perasan lemon dan sedikit gula.

Cara meraciknya mudah. Tuangkan 20 ml sirup jahe ke dalam gelas. Kemudian tuangkan ke dalam shaker 20 ml sirup mint, 15 ml air perasan lemon, gula 10 ml, air mineral 20 ml dan ice cube secukupnya lalu kocok-kocok. Selanjutnya tuangkan ke dalam gelas berisi sirup jahe tadi. Rasa Ja-Mint Mocktail segar dan ada sedikit pedasnya dari jahe.

“Cocok sebagai teman makan menu belut. Minuman ini bisa dinikmati siang ataupun malam,” ujar Dedyk.

Penulis: Natalia Trijaji