Surabaya Fashion Parade 2020 Usung Tema Viable; Peduli Lingkungan

Surabaya Fashion Parade 2020 Usung Tema Viable; Peduli Lingkungan

Surabaya Fashion Parade 2020 Usung Tema Viable; Peduli Lingkungan

Bakal digelar di Convention Hall TP 3 pada 16-19 April 2020, hadirkan desainer dari dalam maupun luar negeri

Surabaya, Kabarindo- Surabaya Fashion Parade (SFP) 2020 bakal digelar di Convention Hall TP 3 pada 16-19 April 2020 yang mengusung tema Viable.

Event ini dihadirkan manajemen Tunjungan Plaza bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC). Sejak 2017, SFP bekerja sama dengan IFC dan para desainer yang menjadi anggota IFC.

Menurut Alben Ayub Andal, Ketua SFP 2020, tema Viable diambil dari bahasa Inggris yang artinya mampu untuk bertahan hidup dalam kondisi tertentu. Dengan menitikberatkan pada konsep sustainability, arah industri fashion kini bergeser dan sedang mengalami perubahan.

“Berangkat dari pemanfaatan teknologi yang dinamis ditambah kesadaran industri fashion terhadap green fashion, maka SFP 2020 mengangkat isu ini agar dapat menjadi bagian dalam mengampanyekan sustainable fashion secara optimal. Kami mengajak para desainer untuk menghadirkan fashion yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Alben mengatakan, seiring berjalannya waktu, SFP tumbuh berkembang dan berupaya untuk terus memajukan industri fashion tanah air. Tidak melulu lewat keglamorannya saja, namun juga dengan memberikan manfaat kepada sesama manusia maupun lingkungan dan alam.

“Dengan mengangkat tema sustainable fashion, maka dampak buruk dalam produksi fashion dapat ditekan, sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya dapat menciptakan inovasi-inovasi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Alphiana Chandrajani, Ketua IFC Surabaya, menambahkan seluruh dunia sedang concern terhadap kondisi bumi yang kian memburuk. Karena itu dimana-mana digaungkan semangat kembali ke alam. Hal ini juga digaungkan oleh dunia fashion.

“Dunia fashion turut prihatin dengan kondisi ini. Karena itu, kami mengusung konsep yang ramah lingkungan, meskipun masih bertahap. Kami ingin mengarah ke sustainable fashion secara perlahan, seperti mengurangi limbah kain, membuat busana yang long lasting,” ujarnya.

Menurut Alphiana, hal itu menjadi tantangan bagi para desainer untuk membuat rancangan yang bagus sekaligus sustainable.

SFP 2020 akan menghadirkan desainer ternama dari dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri di antaranya Sapto Djojokartiko. Sedangkan dari luar negeri yaitu Voravaj dari Thailand, Fizi Woo (Malaysia) dan Pat Santos (Filipina). Desainer-desainer yang tergabung dalam 12 cabang IFC seluruh Indonesia juga siap menyemarakkan event ini.

Dian Apriliana Dewi, penggagas sekaligus founder SFP, menuturkan event fashion ini lahir pada 13 tahun lalu di Tunjungan Plaza. Tujuannya untuk memberikan wadah bagi penggiat fashion mulai dari desainer, pengajar, pengrajin, model, hingga siswa sekolah fashion untuk menampilkan karya dan terlibat dalam seluk beluk industri fashion di Surabaya.

Sejak 2008, SFP memiliki tema event yang berbeda-beda setiap tahun dan disesuaikan dengan tema tren yang sedang berlangsung. Seiring berjalannya waktu, SFP tidak hanya menjadi event lokal, namun sudah menjadi event internasional, terlebih dengan ditetapkannya SFP sebagai agenda tahunan HUT Surabaya oleh Pemkot Surabaya.

“Setiap tahun, SFP membawa inovasi dan tren baru dengan harapan dapat menjadi salah satu kiblat fashion di tanah air,” ujar Dian.

Ia memaparkan, SFP 2020 yang akan berlangsung selama empat hari akan diisi banyak kegiatan. Hari pertama adalah opening dan muslim wear. Pada hari kedua ada school spesial show, disusul dengan ethnic urban pada hari ketiga dan pada hari terakhir ditampilkan cocktail/evening wear.

Penulis: Natalia Trijaji