Upaya Halodoc; Perlambat Penyebaran COVID-19 di Indonesia

Upaya Halodoc; Perlambat Penyebaran COVID-19 di Indonesia

Upaya Halodoc; Perlambat Penyebaran COVID-19 di Indonesia

Setiap hari keluarkan 3-4 konten edukasi yang dapat diakses di platform

Surabaya, Kabarindo- Platform layanan kesehatan, Halodoc, menjalankan protokol resmi untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi risiko COVID-19 dengan mengajak masyarakat untuk berkonsultasi kesehatan jarak jauh dan memfasilitasi kebutuhan obat-obatan serta alat pendukung kesehatan lainnya.

Upaya ini sejalan dengan gerakan physical distancing sebagai salah satu strategi yang diterapkan pemerintah untuk memutus rantai penularan COVID-19. CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, mengatakan edukasi masyarakat tetap menjadi langkah preventif yang efektif di tengah kepanikan akibat pemberitaan COVID-19.

Halodoc setiap hari mengeluarkan paling tidak 3-4 konten edukasi yang dapat diakses masyarakat di platform Halodoc, terutama terkait upaya pencegahan penularan, seperti pentingnya melakukan physical distancing hingga mitos dan fakta yang banyak beredar di masyarakat.

Kini, pengguna juga bisa melakukan cek risiko COVID-19 secara mandiri melalui shuffle card di aplikasi. Layanan yang telah diluncurkan pada 13 Maret ini, mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan sudah diakses oleh 2.3 juta pengguna.

Mengenai konsultasi kesehatan jarak jauh, Halodoc memastikan semua pengguna dapat berkomunikasi dengan dokter terkait keluhan gejala COVID-19 kapanpun dan dimanapun, yaitu dengan menambah jumlah dokter yang siaga secara online. Saat ini ada lebih dari 22.000 dokter berlisensi yang tergabung di ekosistem Halodoc, dengan 1.000 dokter dialokasikan khusus untuk memberikan konsultasi terkait COVID-19.

Halodoc juga telah menjalankan protokol resmi penanganan risiko COVID-19 kepada para dokter dalam berkomunikasi secara online yang meliputi pengenalan gejala klinis, rekomendasi penanganan lebih lanjut, memfasilitasi pengguna untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, hingga rujukan ke rumah sakit rujukan Kemenkes untuk penanganan COVID-19.

Menyikapi kelangkaan serta tingginya harga produk penunjang kesehatan seperti masker, Halodoc terus berupaya memastikan produk-produk tersebut tetap tersedia dan dapat dibeli melalui aplikasi Halodoc dengan harga wajar.

“Kami terus mengajak lebih dari 1.800 apotek rekanan kami untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif, yaitu dengan menjaga harga jual seluruh alat penunjang kesehatan seperti masker, cairan pembersih tangan dan multivitamin di harga yang wajar,” ujar Jonathan.

Lewat transaksi daring, obat-obatan dan alat penunjang kesehatan ini dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Halodoc yang akan diantarkan langsung oleh kurir GoSend ke rumah pelanggan, sehingga masyarakat tidak perlu keluar rumah.

Penulis: Natalia Trijaji