Jumlah Pemudik Via Hang Nadim; Tembus 10.000 Orang Per Hari

Jumlah Pemudik Via Hang Nadim; Tembus 10.000 Orang Per Hari

Batam, Kabarindo- Jumlah pemudik melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus melonjak hingga menyentuh angka di atas 10.000 orang per hari, jauh di atas rata-rata perkiraan yang hanya berkisar 9.000 penumpang per hari.

"Mulai kemarin (12/7) jumlah pemudik sudah tembus 10.000 orang. Hari ini juga demikian. Padahal pada Sabtu (11/7) baru berkisar 9.000 orang saja," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso di Batam, Senin.

Ia mengatakan, hampir seluruh penerbangan tidak ada kursi tersisa. Semua penuh dengan pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

"Perkiraan kami, penumpang akan tembus 10.000 orang pada H-3 (14/7). Namun, ternyata sejak Minggu (12/7) sudah di atas 10.000 pemudik meninggalkan Batam per hari," ujarnya.

Suwarso mengatakan, tiga maskapai masing-masing Lion Air, Citilink, dan Batik Air memang sudah melayani penerbangan tambahan sejak H-7. Bahkan Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737-900 pada bandara tujuan yang memiliki panjang landasan memadai.

"Lion Air memang paling banyak melakukan tambahan penerbangan. Diantaranya Batam-Medan, Batam-Pekanbaru, Batam-Pontianak, Batam-Palembang," kata Suwarso.

Hingga H-4, diperkirakan pemudik yang meninggalkan Batam dengan jalur penerbangan sudah di atas 40.000 orang terhitung sejak H-7 menjelang Lebaran.

Meskipun demikian, Otoritas Hang Nadim Batam memperkirakan kepadatan masih akan terus terjadi hingga satu hari menjelang Idul Fitri (16/7) mendatang.

"Perkiraan kami jumlah penumpang belum akan berkurang hingga Kamis nanti. Kemungkinan jumlahnya baru berkurang saat Lebaran nanti," katanya.

Suwarso mengatakan, pihak bandara sudah mengantisipasi lonjakan penumpang mudik dengan mendirikan posko khusus pada terminal keberangkatan untuk mengawasi kepadatan pada lokasi check in dan ruang tunggu.

"Jika terjadi kepadatan, kami akan bisa melakukan tindakan cepat. Sehingga tidak terjadi kesemrawutan," ujarnya seperti dilansir dari laman antaranews.