Kemendag Gandeng Muslimat NU; Cetak Konsumen Cerdas

Kemendag Gandeng Muslimat NU; Cetak Konsumen Cerdas

Ciloto, Kabarindo– Guna mewujudkan masyarakat konsumen yang makin cerdas, Kementerian Perdagangan akan menggiatkan kerja sama edukasi yang intensif dengan majelis keagamaan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, instansi terkait dan komunitas lainnya.

Hal itu dipapar lugas oleh oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan saat melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj. Khofifah Indar Parawansa tentang 'Kerjasama Peningkatan Edukasi di Bidang Perlindungan Konsumen dan Pemberdayaan Pasar Tradisional', kemarin (Sabtu, 09/11).

"Melalui Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat terwujud konsumen cerdas dan pedagang pasar/warung yang bertanggung jawab, serta percepatan penyelenggaraan perlindungan konsumen baik dari segi kejujuran, kebersihan dan ketertiban melalui pendekatan religius", tegasnya.

Lebih lanjut Mendag berujar bahwa konsumen perlu diberikan sosialisasi dan edukasi atas hak- haknya, untuk mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap, mendapatkan advokasi, menyampaikan komplain atau keluhan, dan bahkan mendapatkan kompensasi jika keluhannya terbukti benar. Muslimat Nahdlatul Ulama perlu diberi peran yang lebih, agar mampu memotivasi masyarakat dengan 'bahasa komunitas' mereka, tambahnya.

Mendag juga mengungkapkan bahwa organisasi kemasyarakatan berperan penting dalam upaya mewujudkan perlindungan konsumen serta pedagang yang bertanggung jawab karena memiliki sumber daya yang besar dari segi komposisi, kuantitas, maupun kualitas.

"Upaya mewujudkan konsumen Indonesia yang cerdas dan bermartabat, serta pelaku usaha yang bertanggung jawab tidak hanya dilakukan pada saat tertentu saja, namun menjadi sikap dan kebiasaan setiap saat bagi seluruh konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah", jelas Mendag.

Sementara itu terkait dengan pasar tradisional, Kementerian Perdagangan telah menetapkan program revitalisasi Pasar Tradisional guna menciptakan pasar yang bersih, tertib, aman, sejuk, dan ramah lingkungan. Hal itu dilakukan agar dapat meningkatkan daya saing pasar, meningkatkan omzet transaksi, kepastian berusaha, dan perlindungan bagi konsumen, memperlancar arus distribusi barang, meminimalisasi disparitas harga baik antar daerah maupun antar waktu, dan menjaga stabilitas harga. Selain itu, pasar yang direvitalisasi diharapkan akan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah untuk pengembangan/pembangunan dan pengelolaan pasar lebih lanjut.

Sejalan dengan program revitalisasi itu, Kemendag juga melakukan pembinaan melalui pendampingan kepada para pedagang dan pengelola, serta pembentukan Forum Komunikasi di setiap pasar tradisional. Hal ini dimaksudkan agar pasar dapat dikelola dengan manajemen yang baik dan pedagang dapat memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa program pemerintah yang telah dirancang dengan sangat baik tidak akan berarti tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama atas sikap tanggap dan dukungannya kepada pemerintah untuk turut serta mengembangkan wawasan perlindungan
konsumen serta pemberdayaan pasar tradisional”, pungkas Mendag.