Mahasiswa ITS; Ciptakan Peluru Ramah Lingkungan

Mahasiswa ITS; Ciptakan Peluru Ramah Lingkungan

Surabaya, Kabarindo- Fungsi utama peluru adalah untuk melumpuhkan objek. Namun peluru yang lazim digunakan dapat membahayakan penembak, karena bisa memantul ke penembak.

Karena itu, lima mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan peluru yang bersifat frangible.

Mereka adalah Albertus Septyantoko, Khoiril Metrima Firmansyah, Mochammad Ghulam Isaq Khan, Paiman Jhony dan Rosena Mardliah.

Khoiril Metrima Firmansyah, ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P), menjelaskan peluru yang bersifat frangible merupakan peluru yang dapat pecah apabila menumbuk suatu objek. Peluru jenis ini tidak menggunakan logam Pb (plumbum), sehingga dapat digolongkan sebagai green bullet atau peluru yang ramah lingkungan. Sementara peluru yang digunakan saat ini tidak ramah lingkungan karena mengandung logam Pb.

Ia mengatakan, green bullet dibuat dengan metode metalurgi serbuk. Prinsip metode metalurgi serbuk adalah memadatkan serbuk logam dengan tekanan tertentu kemudian memanaskannya di bawah temperatur lelehnya.

“Partikel-partikel logam memadu karena mekanisme transformasi massa akibat difusi atom antar permukaan partikel,” ujarnya pemuda yang akrab dipanggil Metrim ini pada Jumat (22/8/2014).

Metrim menuturkan, tahapan proses metalurgi serbuk ialah karakterisasi serbuk yang meliputi ukuran dan distribusi ukuran serbuk, bentuk serbukan dan komposisi kimia serbuk, serta dry mixing atau pencampuran serbuk material yang tidak mudah korosi. Jugs dilakukan kompaksi atau pemampatan dengan gaya tekan 600 MPa selama 10 menit dan sintering. Pemanasan pun dilakukan pada variabel temperatur 3.000 C, 5.000 C, 7.000 C dengan variabel holding time 0,5 jam, 1 jam dan 1,5 jam.

Terdapat beberapa pengujian yaitu uji kekerasan dan uji tekan untuk menentukan variabel yang optimal. Dari hasil penelitian, variabel yang optimal yaitu pemanasan sintering pada temperatur 5.000 C dan holding time selama satu jam dengan nilai densitas sinter 7,22 gr/cm3, kekuatan tekan 280,45 MPa, dan nilai kekerasan adalah 60,67 HRF.

Uji karakterisasi material turut dilakukan dalam penelitian tersebut. Pada pengujian SEM, ditunjukkan bahwa pada variabel temperatur sintering 5.000 C waktu tahan sintering satu jam memiliki homogenitas fasa yang lebih baik. Selain itu, pada pengujian XRD ditunjukkan bahwa dengan proses menggunakan variabel ini akan membentuk fasa baru yaitu Cu10Sn3 yang menyebabkan material bersifat frangible.

Dari penelitian tersebut, Metrim menerangkan bahwa metode metalurgi serbuk menggunakan variasi temperatur sintering 5.000 C dan waktu tahan satu jam akan menghasilkan kombinasi sifat mekanik dan sifat fisik yang optimum untuk diaplikasikan pada green bullet yang memiliki frangibility terbaik. Jadi peluru terbaik diperoleh dengan menggunakan temperatur sintering sebesar 5.000 C.