Pengunjung Pawai Seni Tiga Dimensi; Membludag

Pengunjung Pawai Seni Tiga Dimensi; Membludag

Sleman, Kabarindo– Pawai seni Tiga Dimensi atau yang kebanyakan orang menyebutnya Ogoh-Ogoh dalam rangka event Pelangi Budaya Bumi Merapi 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman mampu menyedot pengunjung yang sungguh luar biasa. Meski baru di hari pertama, diperkirakan sebanyak 5.000 orang datang menyaksikan kirab tersebut disepanjang jalur kirab.

Pawai Seni Tiga Dimensi merupakan atraksi hari pertama dari tiga hari yang direncanakan hingga Minggu 27 September besok. Pawai ini diikuti oleh kontingen dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman, yang masing-masing kontingen menampilkan suguhan yang berbeda.

Suguhan dari 17 kecamatan tersebut adalah Ogoh-Ogoh Buto dari kecamatan Ngemplak, Ogoh-Ogoh Ayam dari kecamatan Kalasan, Ogoh-Ogoh Baurekso dari kecamatan Ngaglik, Ogoh-Ogoh Raksasa “Berantas Durjono” dari kecamatan Cangkringan, Ogoh-Ogoh Semar dari kecamatan  Mlati, Ogoh-Ogoh Buto dari kecamatan Moyudan, Ogoh-Ogoh Buto Brewok Gondang dari  kecamatan Seyegan, Ogoh-Ogoh Buto Bethoro Jathil dari kecamatan Pakem.
Selain itu Ogoh-Ogoh Tikus Raksasa dari kecamatan Godean, Ogoh-Ogoh Naga Ikan dan Jambu Dalhari dari Kecamatan Berbah, Ogoh-Ogoh Patung Affandi dari kecamatan Depok, Ogoh-Ogoh Candi Prambanan dari kecamatan Prambanan, Ogoh-Ogoh Kuda Sembrani Raden Kumboyono dari kecamatan Minggir, Ogoh-Ogoh Buto Nggrowong dari kecamatan Sleman, Ogoh-Ogoh Buto “Demit Krasak” dari kecamatan Tempel, Ogoh-Ogoh Orang-Orang Sawah Gunung dari kecamatan Turi, dan Ogoh-Ogoh Semar Pitutur dari kecamatan Gamping.

Saat upacara pembukaan acara Pelangi Budaya Bumi Merapi 2015, yakni sebelum dilaksanakannya Kirab Tiga Dimensi, Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Sekda Bidang Pembangunan Pemkab Sleman Dra. Suyamsih, M.Pd mengatakan bahwa Event Pelangi Budaya Bumi Merapi merupakan salah satu upaya untuk melestarikan potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Sleman. Sehingga diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan tontonan yang dapat menghibur bagi masyarakat sekaligus dapat memberikan pengetahuan bagi pengunjung tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap rangkaian acara. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi para seniman dalam pengembangan seni budaya di Sleman.

Event ini diharapkan pula menjadi upaya strategis untuk melestarikan warisan budaya nasional yang mengandung nilai dan pesan moral yang tinggi dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Diperkirakan untuk hari kedua besok Sabtu 26 September dan Minggu 27 September 2015 akan lebih meriah lagi. Dikarenakan pada Sabtu 26 September 2015 mulai pukul 11.00 WIB akan disajikan Festival Bregada Prajurit yang melibatkan lebih banyak peserta kirab, yaitu 32 kontingen dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman.

Festival dalam bentuk kirab ini mengambil start dari lapangan Pemda menuju Lapangan Denggung.
Dilanjutkan pada sore harinya jam 17.30 dengan pentas seni angklung di Panggung Utara Lapangan Denggung. Malam harinya mulai pukul 19.30 WIB dipentaskan atraksi yang dipastikan akan menyedot penonton yaitu Pentas Musik Pensil Alis dan Pentas Anang Batas di Panggung Utama Lapangan Tennis di Jl. KRT Pringgodiningrat Tridadi Sleman.

Hari ketiga, Minggu 27 September 2015 pukul 13.00 – 17.00 WIB merupakan acara puncak yang berupa Karnaval Pelangi Budaya Bumi Merapi yang melibatkan lebih dari 50 kontingen dengan kekuatan lebih dari 1.700 personil dari berbagai elemen komunitas seni budaya dan stakeholder pariwisata yaitu hotel, restoran, museum, perguruan tinggi, desa wisata, upacara adat. Bahkan komunitas mahasiswa luar daerah juga akan bergabung dalam event ini, diantaranya komunitas mahasiswa Bali, Banjarnegara dan Kalimantan Barat.