Symposium Nasional Cybersecurity; Jadi Ajang Proteksi

Symposium Nasional Cybersecurity; Jadi Ajang Proteksi

Medan Merdeka, Jakarta, Kabarindo- Jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai peringkat ke 8 terbanyak di dunia.

Bayangkan saja, pada akhir 2015 jumlahnya telah mencapai kurang lebih 100 juta pengguna. Jumlah ini masih akan bertambah pesat dikarenakan Indonesia juga memiliki laju pertumbuhan pengguna ke 6 di dunia berkat penetrasi ponsel pintar yang harganya semakin hari terjangkau dan merata.

Pertumbuhan konektivitas internet ini memfasilitasi tumbuhnya sebuah bentuk perekonomian baru yakni perekonomian digital.

Internet Indonesia akan mengalami momen "big bang" menjadi industri bernilai $10 milyar di 2016 dan diprediksi AL terus bertambah nilainya setiap tahunnya.

Dengan maraknya serta tumbuhnya perdagangan online dan jumlah pembeli online di masyarakat Indonesia dan diperkirakan akan tumbuh hingga 8,7 juta pengguna pada 2016 dari 5,9 juta pada 2014 menuju infrastruktur transaksi digital yang semakin matang.

Seiring dengan pertumbuhan konektivitas ini, diprediksi akan berkembangnya modus-modus kejahatan di ranah cyber dengan konsekuensi yang berpotensi mengancam roda perekonomian dan keamanan negara. Teknik meretas dalam ranah cyber yang kerap terjadi berpotensi mengganggu layanan vital publik yang bisa berakibat kelumpuhan layanan secara total.

Contohnya Korea Selatan yang jaringan Internetnya pernah terputus selama 20 hari karena serangan dari peretas, yang berdampak roda perekonomian, distribusi bahan bakar dan pangan menjadi kacau di negara tersebut. Hal serupa juga pernah terjadi di Estonia pada tahun 2007 yang berakibat cukup serius terhadap perekonomian negara mereka.

Menyadari akan keadaan ini, Indonesia tidak tinggal diam, melalui jajaran pemerintahan yakni  Kementerian Pertahanan dan Keamanan Indonesia menyampaikan akan pentingnya hal ini untuk disikapi dan dilakukan koordinasi dan kesiapan Nasional terhadap ancaman di ranah cyber yang holistik dan komprehensif, tegas Tedjo Edhy Purdijatno, Menko PolHuKam R.I pada acara pembukaan Symposium Nasional Cybersecurity di Kantor Kementerian Komunikasi dan Telekomunikasi Republik Indonesia.

Kerangka Komptehensif Cybersecurity mutlak diperlukan untuk menjamin bergulirnya roda ekonomi Indonesia melalui partisipasi serta urun rembuk para pelaku dan pemangku kepentingan ranah cyber yang majemuk, jelas MenKo PulHuKam.

Untuk mencetuskan pandangan dan masukan komprehensif serta kontruktif terhadap upaya membangun sistem cybersecurity Nasional yang canggih dan tangguh, Menko PolHuKam bekerjasama dengan Menkominfo dan Ikatan Alumni Lemhanannas mengadakan acara symposium ini, dengan harapan para pihak yang selama ini sudah melakukan kajian kajian, baik sebagai praktisi maupun akademisi, institusi, pemerintah maupun swasta dan masyarakat untuk saling berbagi info dan membantu untuk memberikan kesimpulan kepada pemerintah mengenai langkah langkah penting dan perlu diambil, tambah Menko PolHuKam di sesi penutupan acara tersebut.