BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia; Capai Rp.14,65 Triliun

BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia; Capai Rp.14,65 Triliun

BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia; Capai Rp.14,65 Triliun

Perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81% (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,40% (year-on-year)

Surabaya, Kabarindo- Bank Indonesia (BI) mencatat total aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia pada 2021 mencapai Rp.14,65 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, menyebutkan dalam siaran pers, berdasarkan data setelmen pada minggu II/Juni 2021 (year-to-date/ytd), non residen beli neto Rp.14,65 triliun. Sedangkan data transaksi pada 7-10 Juni 2021 tercatat non-residen di pasar keuangan domestik sebesar Rp.10,54 triliun. Terdiri dari beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp.10,49 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp 0,05 triliun.

BI juga mencatat Rupiah ditutup pada Kamis (10/6/2021) di level (bid) Rp.14.245 per dolar AS, namun Rupiah sedikit melemah pada Jumat (11/6/2021) di level (bid) Rp.14.200 per dolar AS. Imbal hasil (yield) SBN 10 tahun turun dari level 6,35 % pada Kamis (10/6/2021) ke level 6,32 % pada Jumat (11/6/2021).

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Juni 2021, perkembangan harga masih relatif terkendali dan diperkirakan deflasi 0,09% (month-to-month.mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81% (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,40% (year-on-year).

Penyumbang utama deflasi Juni 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar -0,09% (mtm), tarif angkutan antarkota -0,06% (mtm), cabai rawit -0,04% (mtm), bawang merah -0,02% (mtm), kelapa, tomat dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain telur ayam ras sebesar 0,04% (mtm) emas perhiasan sebesar 0,03% (mtm) minyak goreng, sawi hijau, kacang panjang, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Berdasarkan perkembangan tersebut, Erwin mengatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Juga langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makro-ekonomi dan sistem keuangan serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap baik dan berdaya tahan.

Penulis: Natalia Trijaji