BI Resmikan Distribution Center Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren Jatim

BI Resmikan Distribution Center Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren Jatim

BI Resmikan Distribution Center Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren Jatim

Bagian dari Program Pengembangan Kemandirian Pesantren

Surabaya, Kabarindo- Bank Indonesia (BI) telah meresmikan salah satu Distribution Center (DC) Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren (KSBP) Jawa Timur sebagai bagian dari Program Pengembangan Kemandirian Pesantren di Pesantren Sunan Drajat Lamongan.

DC yang tersebar di 3 pesantren tersebut bertujuan mempercepat laju distribusi perdagangan antar anggota KSBP, menampung stok barang untuk pemenuhan kebutuhan pondok pesantren anggota KSBP dan memperluas dampak ekonomi yang tidak terbatas pada anggota KSBP yang juga berdampak pada meningkatnya perekonomian di wilayah sekitar pondok pesantren anggota KSBP.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A. Johansyah, Pengasuh PP Sunan Drajat KH Abdul Ghofur serta Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan persetujuan bantuan dana bergulir oleh Kementerian Koperasi dan UMKM sebesar Rp.4,5 miliar. Teten mengatakan, ada 3 hal utama yang diharapkan menjadi dampak positif dari DC yang telah dibangun oleh BI serta pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Pertama, mendorong Distribution Center KSPB sebagai penyedia barang-barang yang murah dan terjangkau bagi masyarakat Lamongan. Kedua, kelembagaan KSBP yang tidak hanya menjadi sarekat dagang, namun sebagai produsen dengan penguatan sisi hulu (produksi). Ketiga, sebagai pionir pesantren yang berbasis retail dalam membangun ekonomi umat dan sebagai contoh koperasi modern.

Difi berharap pembangunan Distribution Center KSPB dapat menjadi batu loncatan bagi pesantren-pesantren anggota KSBP untuk meningkatkan efektifitas distribusi antar anggota pesantren. Efisiensi biaya distribusi diharapkan dapat meningkatkan transaksi perdagangan antar pesantren dan optimalisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat di masing-masing zonasi wilayah.

“Selain membangun Distribution Center KSPB, Bank Indonesia juga sedang membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Prigen untuk memberikan sertifikasi pada bidang peternakan dan pertanian bagi para santri. BLK ini memiliki peran yang strategis bagi pengembangan SDM di Pesantren. Beberapa pesantren yang usahanya telah menjadi lokasi BLK bekerja sama dengan Bank Indonesia Jatim di antaranya Ponpes Nurul Amanah Bangkalan (budidaya jamur), Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang (keju mozarela) dan Ponpes Al Amien Sumenep Madura (peternakan ayam petelur). Tanpa skill yang baik, bisnis tidak akan berjalan, berkembang dan maju,ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji