Perbaikan Perekonomian Domestik Berlanjut pada Triwulan II/2021; Tercermin pada Berbagai Indikator

Perbaikan Perekonomian Domestik Berlanjut pada Triwulan II/2021; Tercermin pada Berbagai Indikator

Perbaikan Perekonomian Domestik Berlanjut pada Triwulan II/2021; Tercermin pada Berbagai Indikator

Indikator konsumsi rumah tangga meningkat sesuai pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional

Surabaya, Kabarindo- Perbaikan perekonomian domestik Indonesia berlanjut pada triwulan II/2021. Kondisi ini tercermin pada berbagai indikator dini pada Mei 2021 yang terus membaik. Hal ini diungkapkan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, dalam rilisnya.

Ia mengatakan, indikator konsumsi rumah tangga meningkat sesuai pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti penjualan eceran, terutama makanan, minuman dan tembakau serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Perbaikan ekonomi domestik juga tercermin pada kinerja indikator lainnya, yaitu ekspektasi konsumen, penjualan online dan PMI Manufaktur yang melanjutkan peningkatan. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor terus meningkat, khususnya pada komoditas batu bara, besi dan baja serta kendaraan bermotor, sejalan kenaikan permintaan mitra dagang utama.

“Secara spasial, peningkatan ekspor terjadi di seluruh wilayah, terutama Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi-Maluku Papua (Sulampua),” ujarnya.

Perbaikan ekonomi juga tercermin pada kinerja beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi yang terus membaik. Ke depan, pemulihan ekonomi domestik didorong oleh akselerasi perekonomian global, kecepatan vaksinasi dan penguatan sinergi kebijakan, meskipun dibayangi oleh peningkatan kasus Covid-19 yang muncul pada akhir triwulan II.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia pada April 2021 pada kisaran 4,1% - 5,1%. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. Defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah, didorong oleh surplus neraca barang yang berlanjut. Neraca perdagangan Mei 2021 mencatat surplus sebesar 2,4 miliar dolar AS, melanjutkan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 2,3 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kinerja positif pada sebagian besar komoditas utama di tengah impor yang tetap kuat seiring perbaikan ekonomi domestik.

Sementara itu, aliran masuk modal asing ke dalam negeri berlanjut, tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflows sebesar 6,5 miliar dolar AS pada periode April hingga 15 Juni 2021, sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun. Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2021 tetap tinggi sebesar 136,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, defisit transaksi berjalan pada 2021 diprakirakan tetap rendah sekitar 1,0%-2,0% dari PDB.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2021 tercatat 0,32% (month-to-month/mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi pada April 2021 sebesar 0,13% (mtm). Inflasi IHK tersebut lebih tinggi dari pola musiman HBKN tahun 2020 (0,07%, mtm), namun lebih rendah dari rerata historis lima tahun terakhir (0,52%, mtm).

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK tercatat 1,68% (year-on-year), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya (1,42%, yoy). Perkembangan inflasi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan inflasi inti sejalan dengan permintaan domestik yang membaik, di tengah stabilitas nilai tukar yang terjaga dan kebijakan Bank Indonesia yang konsisten mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target. Inflasi kelompok volatile food meningkat sejalan dengan permintaan musiman HBKN.

Sementara itu, inflasi kelompok administered prices terkendali meskipun terjadi kenaikan tarif angkutan. Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI) dan TPI Daerah, guna menjaga inflasi IHK sesuai kisaran targetnya 3,0% ± 1% pada 2021.

Penulis: Natalia Trijaji